Yuk Konsultasi ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Dumai

  • Bagikan
dokter spesialis penyakit dalam

Menit.co.id – Selain dokter umum dan dokter anak, ada satu lagi dokter yang cukup banyak ditemukan di hampir setiap rumah sakit, yaitu dokter spesialis penyakit dalam alias internis.

Apakah Anda pernah berobat atau konsultasi ke dokter penyakit dalam tanpa tahu betul masalah kesehatan yang sedang dialami?

Jika ya, Anda tidak sendiri. Pasalnya, istilah “penyakit dalam” dianggap sangat luas oleh masyarakat sehingga banyak yang langsung berobat ke dokter penyakit dalam tanpa pikir panjang.

Padahal, tidak setiap penyakit yang melibatkan organ tubuh bagian dalam dapat ditangani oleh dokter penyakit dalam, lho!

Apa Itu Dokter Penyakit Dalam?

Setiap dokter spesialis tentu memiliki pendidikan dan gelarnya tersendiri. Dalam hal dokter penyakit dalam, mereka sebenarnya adalah seorang dokter yang melanjutkan kembali sekolah medisnya dan menyelesaikan Program Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam.

Penyakit dalam itu sendiri adalah ilmu kedokteran yang menangani orang dewasa dan lansia dengan cakupan hampir seluruh bagian tubuh manusia.

Perlu diingat, meski Anda mendapatkan diagnosis suatu penyakit dan rekomendasi tindakan bedah, dokter spesialis penyakit dalam tidak melakukan pembedahan.

Tindakan operasi diberikan kepada dokter spesialis bedah atas rekomendasi internis yang memeriksa Anda.

Lantas, apa peran utama dokter spesialis penyakit dalam? Tugas utama mereka adalah mendiagnosis dan merekomendasikan perawatan maupun pengobatan (tindakan klinis) penyakit akut maupun kronis pada orang dewasa dan lansia.

Tidak hanya itu, dokter spesialis penyakit dalam juga memberikan penjelasan tentang kondisi kesehatan kepada pasien dan bagaimana cara menjaga kondisi tersebut agar tidak semakin parah atau kambuh.

Kapan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam?

Secara umum, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam ketika sudah mendapat rujukan dari dokter umum. Ya, ketika mengalami keluhan kesehatan, akan lebih baik jika Anda terlebih dahulu berobat ke dokter umum.

Dokter umum biasanya akan memberi pengobatan awal. Bila dibutuhkan, dokter umum juga bisa merekomendasikan Anda untuk mendapat pengobatan yang lebih spesifik dan intensif dari seorang dokter, dalam hal ini spesialis penyakit dalam.

Kalaupun Anda ingin langsung berobat ke dokter spesialis dalam, hal ini sebenarnya tidak ada salahnya untuk dilakukan.

Apalagi, jika Anda benar-benar membutuhkan pandangan dan kemungkinan (second opinion) terkait gejala yang dirasakan dan diagnosis yang sebelumnya pernah diberikan oleh dokter lain.

Apa Saja Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam?

Ingin berkonsultasi dan memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis dalam tanpa rujukan? Jika ya, Anda harus mengetahui daftar penyakit yang sekiranya bisa ditangani oleh mereka.

RSUD-DUMAI-PENYAKIT-DALAM

Menurut dr. Amrizal Amir, Sp.PD, yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai menerangkan berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat ditangani secara intensif oleh dokter penyakit dalam.

Dokter spesialis penyakit dalam terbagi menjadi beberapa pembagian (subspesialisasi), sesuai dengan sistem atau organ tubuh yang ditanganiya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing subspesialisasi beserta contoh penyakit yang ditangani:

  • Alergi imunologi (Sp.PD-KAI)
    Alergi imunologi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan alergi dan gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh. Contoh penyakit yang ditangani oleh dokter alergi imunologi adalah asma, urtikaria atau biduran, penyakit autoimun, serta alergi makanan atau alergi obat.
  • Gastroenterohepatologi (Sp.PD-KGEH)
    Gastroenterohepatologi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan dan organ hati. Beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter gastroenterohepatologi, yaitu gastritis, tukak lambung, hepatitis, dan pankreatitis.
  • Geriatri (Sp.PD-KGer)
    Geriatri merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan medis yang dialami oleh pasien lanjut usia akibat proses penuaan. Kondisi-kondisi yang ditangani oleh dokter geriatri, antara lain hipertensi, demensia, dan osteoartritis.
  • Ginjal hipertensi (Sp.PD-KGH)
    Ini merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan terhadap organ ginjal dan tekanan darah tinggi. Sejumlah penyakit yang ditangani oleh dokter ginjal hipertensi adalah gagal ginjal kronis atau akut, infeksi saluran kemih, dan hipertensi.
  • Hematologi onkologi medik (Sp.PD-KHOM)
    Subspesialisasi ini merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan kanker pada darah. Penyakit yang ditangani oleh dokter hematologi onkologi medik, di antaranya leukemia dan limfoma.
  • Kardiologi (Sp.PD-KKV)
    Kardiologi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan terhadap organ jantung dan pembuluh darah. Gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan penyakit katup jantung merupakan beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter kardiologi.
  • Metabolik endokrin (Sp.PD-KEMD)
    Metaboli endokrin merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan terhadap proses metabolisme dan sistem hormon tubuh. Beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter metabolik endokrin adalah diabetes, gangguan homon tiroid, dan kolesterol tinggi.
  • Psikosomatik (Sp.PD-KPsi)
    Ini merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan jenis penyakit dalam yang muncul atau diperparah akibat gangguan mental. Penyakit yang ditangani oleh dokter psikosomatik, antara lain irritable bowel syndrome, tukak lambung, dan asma.
  • Pulmonologi (Sp.PD-KP)
    Pulmonologi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan pada sistem pernapasan, dari batang tenggorokan hingga paru-paru. Tuberkulosis, pneumonia, dan bronkitis merupakan beberapa contoh penyakit yang ditangani oleh dokter pulmonologi.
  • Reumatologi (Sp.PD-KR)
    Reumatologi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan terhadap sendi dan kondisi autoimun. Sejumlah penyakit yang ditangani oleh dokter reumatologi adalah rheumatoid arthritis, tendonitis, dan lupus.
  • Tropik infeksi (Sp.PD-KPTI)
    Tropik infeksi merupakan cabang ilmu penyakit dalam yang berkaitan dengan berbagai jenis penyakit atau infeksi yang umumnya muncul di daerah tropis. Dokter tropik infeksi dapat menangani penyakit-penyakit, seperti malaria, kaki gajah (filariasis), dan demam berdarah.

Indikasi Konsultasi Penyakit Dalam

Konsultasi penyakit dalam perlu segera dilakukan bagi pasien yang mengalami gejala-gejala penyakit dalam, seperti luka sulit sembuh (diabetes), terdapat darah pada urine (gagal ginjal kronis), atau nyeri dada (penyakit jantung koroner).

Meski tidak mengalami gejala apa pun, konsultasi penyakit dalam baiknya tetap dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi organ dan mendeteksi lebih dini gangguan yang mungkin diderita, sehingga penanganan bisa secepatnya diberikan.

Selain itu, konsultasi ini juga dapat dilakukan sebelum operasi dengan tujuan sebagai berikut:

  • Mendeteksi penyakit penyerta atau faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi setelah operasi
  • Mengoptimalkan kondisi pasien sebelum operasi
  • Memeriksa dan mengobati komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi

Peringatan Konsultasi Penyakit Dalam

Saat melakukan pemeriksaan, disarankan bagi pasien untuk ditemani oleh keluarga atau kerabat. Hal ini dapat membantu pasien mengingat keluhan dan gejala yang dialami, serta memahami hasil pemeriksaan.

Selain itu, pasien sebaiknya menggunakan pakaian yang longgar dan mudah dibuka untuk memudahkan pemeriksaan. Setelah konsultasi, pasien juga mungkin akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, tes urin, atau tes pencitraan (radiologi).

Tergantung pada kesimpulan dokter, pasien bisa dirujuk ke spesialis lain. Hal ini wajar karena banyak penyakit yang memiliki gejala yang mirip atau tumpang tindih. Pasien bisa saja perlu berkonsultasi dengan dua atau lebih dokter spesialis sekaligus.

Sebelum Konsultasi Penyakit Dalam

Umumnya, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum pasien melakukan konsultasi penyakit dalam, yaitu:

  • Membawa catatan mengenai gejala yang dialami
    Untuk memastikan semua gejala tersampaikan dengan baik, sebaiknya pasien membuat catatan mengenai kondisinya sejak hari pertama gejala muncul. Pasien juga bisa mencatat daftar pertanyaan atau kekhawatiran yang ingin dikonfirmasi kepada dokter, karena hal ini bisa saja terlupakan saat konsultasi.
  • Membawa catatan riwayat kesehatan
    Pasien sebaiknya membawa seluruh catatan riwayat kesehatan yang diperlukan, baik penyakit maupun alergi yang sedang atau pernah diderita. Hasil pemeriksaan yang pernah dijalani, seperti foto Rontgen atau hasil tes laboratorium, juga dapat memudahkan proses konsultasi.
  • Memberi tahu dokter obat yang sedang atau pernah dikonsumsi
    Pasien bisa membawa obat yang sedang dikonsumsi atau catatan mengenai daftar obat yang pernah dikonsumsi, baik itu obat medis maupun produk herbal, untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan oleh dokter.
  • Membawa surat rujukan
    Jika memiliki surat rujukan dari dokter umum atau dokter spesialis lain, pasien perlu membawa surat tersebut saat berkonsultasi. Surat rujukan dapat menjadi gambaran awal bagi dokter penyakit dalam mengenai kondisi pasien, petunjuk pengobatan, maupun penanganan lebih lanjut.

Prosedur Konsultasi Penyakit Dalam

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam tergantung pada kondisi pasien secara keseluruhan. Berikut ini adalah pemeriksaan-pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter dalam konsultasi penyakit dalam:

Pemeriksaan riwayat kesehatan

Pemeriksaan riwayat kesehatan merupakan tahap pemeriksaan paling awal dalam proses konsultasi penyakit dalam. Pada tahap ini, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien, seperti:

  • Keluhan terhadap gangguan kesehatan yang dialami pasien saat ini
  • Riwayat kesehatan pasien, termasuk seluruh gangguan kesehatan yang pernah diderita pasien
  • Terapi pengobatan yang pernah dijalani, tindakan operasi yang pernah dilalui, serta komplikasi atau trauma yang pernah dialami pasien
  • Riwayat penggunaan obat, termasuk obat yang sedang atau pernah dikonsumsi, baik obat resep, obat bebas, maupun produk herbal
  • Riwayat kesehatan keluarga, termasuk berbagai gangguan kesehatan yang sedang atau pernah dialami orang tua, saudara kandung, maupun anak-anak pasien
  • Gaya hidup dan kehidupan sosial, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, pekerjaan, kepemilikan hewan peliharaan, dan hobi.

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada tubuh pasien. Sebagai langkah awal, dokter biasanya akan melakukan penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan.

Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tanda vital pasien. Pemeriksaan tanda vital ini meliputi pengukuran tekanan darah, denyut jantung, kadar oksigen darah, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh.

Pemeriksaan fisik lanjutan
Pemeriksaan fisik lanjutan adalah pemeriksaan terhadap sejumlah bagian tubuh untuk mendeteksi kelainan atau gangguan yang mungkin dialami pasien. Bagian tubuh yang dapat diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi:

Setelah Konsultasi Penyakit Dalam
Setelah pasien menjalani konsultasi dan pemeriksaan, dokter spesialis penyakit dalam akan meninjau seluruh informasi yang telah didapat. Dari tinjauan tersebut, dokter dapat menentukan diagnosis dan rencana terapi untuk pasien. Rencana terapi tersebut dapat berbentuk:

  • Rencana perawatan, baik rawat inap atau rawat jalan
  • Jenis obat-obatan yang perlu digunakan
  • Tindakan medis yang perlu dijalani, seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, fisioterapi, atau cuci darah
  • Komplikasi Konsultasi Penyakit Dalam

Konsultasi penyakit dalam merupakan prosedur yang aman dan penting untuk kesehatan pasien. Meski begitu, beberapa jenis pemeriksaan pada proses konsultasi penyakit dalam tetap berisiko menimbulkan komplikasi.

Oleh karena itu, jika pasien merasakan sesuatu yang tidak normal setelah menjalani konsultasi penyakit dalam, misalnya nyeri dan memar pada bagian tubuh yang ditusukkan jarum untuk mengambil sampel darah, segera temui dokter kembali agar bisa secepatnya ditangani.

Sekarang, Anda sudah tahu mengenai penyakit apa saja yang cocok untuk dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam, bukan?

Jika Anda masih ada pertanyaan terkait keluhan penyakit dalam, langsung saja konsultasi ke Poliklinik Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai. Anda akan ditangani 6 dokter spesialis penyakit dalam yang sudah alhi dibidangnya.

Artikel advertorial ini merupakan bentuk kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai.

  • Bagikan