Annas Maamun, Mantan Gubernur Riau Kembali Jadi Tahanan KPK

Annas Maamun

Menit.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK kembali tahan Annas Maamun yang merupakan Mantan Gubernur Riau, dalam kasus skandal korupsi.

Penahanan kembali Annas Maamun langsung membuat masyarakat di Provisnis Riau heboh. Pasalnya, mantan Gubernur Riau itu belum lama menghirup udara bebas.

Atuk Annas panggilan akrabnya merupakan kader Partai Golkar cukup senior di Riau. Belum lama menjabat Gubernur Riau, Annas harus berurusan dengan KPK.

Posisi Annas menjadi Gubernur Riau langsung di ambil alih oleh Wakil Gubernur Riau, Andi Rachman kala itu. KPK mencokok Annas dengan sejumlah barang bukti suap.

Usai menjalani sidang dan putusan vonis, pria gaek yang pernah memimpin Kabupaten Rokan Hilir itu masuk dalam jeruji besi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selama menjalani hari-hari dari balik jeruji besi, Annas dengan tabah menanti masa hukuman dan berharap bisa keluar secepatnya.

Sesuai dengan masa hukuman yang di jalani, akhirnya Mantan Gubernur Riau ini menghirup udara bebas. Usai bebas, Annas membuat kontroversi mendekati Partai NasDem.

Tak begitu lama berselang, Rabu 30 Maret 2022 menjadi titik akhir Annas menghirup udara bebas. Komisi anti rasuhah kembali menahan Annas Maamun.

Lantas bagaimana tanggapan Gubernur Riau, Syamsuar perihal KPK kembali tahan mantan Gubernur Riau tersebut? Simak informasinya di bawah ini.

Syamsuar Bungkam Soal KPK Kembali Tahan Annas Maamun

Gubernur Riau Syamsuar bungkam atas penahanan kembali Annas Maamun oleh KPK terkait dugaan suap anggota DPRD Riau periode 2014-2019.

Ia menilai penahanan Annas adalah proses hukum. “No comment, itu masalah hukum,” ujar Syamsuar di temui di Mapolda Riau saat pemusnahan miras hasil operasi jelang Ramadan 1443 H, Jumat (1/4/2022).

Di ketahui, KPK menjemput paksa mantan Gubernur Riau Annas Maamun pada Rabu (30/3). Annas di jemput langsung penyidik KPK di rumahnya di Pekanbaru.

“Hari ini (30/3), tim penyidik KPK memanggil paksa AM (Gubernur Riau periode 2014-2019) dari tempat tinggalnya di Pekanbaru, Riau,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan.

Perintah jemput paksa itu  di nilai KPK lantaran Annas tidak kooperatif atas panggilan KPK. Ali menyebut prosedur jemput paksa telah sesuai dengan prosedur.

“Perintah membawa tersebut di lakukan karena KPK menilai yang bersangkutan tidak kooperatif untuk hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK. Pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebelumnya telah di lakukan secara patut dan sah menurut hukum,” jelas Ali.

Kontroversi Mantan Gubernur Riau

Annas Maamun sebelumnya adalah Ketua DPD Golkar Provinsi Riau dan juga mantan Gubernur Riau. Annas bahkan pernah jadi Ketua DPD Golkar pada 2014 lalu.

Dalam karir politiknya, Annas Maamun pernah mendekam di penjara atas kasus korupsi. Ia di hukum 7 tahun penjara karena di nyatakan bersalah dalam dua kasus suap.

Annas Maamun kemudian mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo berdasarkan Keppres Nomor 23/G Tahun 2019 pada Oktober 2019. Hukuman Annas yang tadinya 7 tahun penjara berkurang menjadi 6 tahun penjara.

Annas kemudian bebas dari penjara akhir September 2020 lalu. Tidak lama setelah bebas, pria yang akrab di sapa Atuk Annas tersebut langsung beraksi menggaungkan isu pemekaran provinsi.

“Ini Provinsi Riau Pesisir jadi Pak, yakinlah. Saya targetkan tiga bulan lagi jadi Provinsi Riau Pesisir, betul Pak, sebab, saya kenal orang itu,” kata Annas.

Pernyataan itu saat rapat paripurna yang di sambut dengan tepuk tangan saat rapat paripurna hari hari jadi Kabupaten Rokan Hilir pada Oktober 2020 lalu.

Tidak sampai di situ, Annas kembali buat heboh setelah foto kartu anggota Partai Nasdem tersebar di masyarakat. Annas resmi di umumkan terdaftar sebagai kader Nasdem, 13 Oktober 2021 lalu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS