Tamara Tyasmara dan Kematian Dante: Ekspresi Tak Wajar dan Kecurigaan Publik

Tamara Tyasmara dan Kematian Dante

MENIT.CO.ID – Kasus kematian Dante, putra Tamara Tyasmara dan Angger Dimas, masih menyisakan banyak pertanyaan. Ekspresi Tamara yang terkesan tenang saat sang anak meninggal dunia mengundang kecurigaan publik.

Kriminolog Haniva Hasna menilai sikap Tamara tidak wajar. “Seorang ibu mana yang tidak meraung-raung, pingsan, atau tidak mau ditemui saat kehilangan anak?” tanya Haniva.

Keanehan lain adalah Tamara menolak melihat CCTV kolam renang dan menutupi sosok kekasihnya, Yudha Arfandi, yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Haniva menduga ada tersangka lain dalam kasus ini. “Menurut saya pribadi, sepertinya ada tersangka lain,” tuturnya.

Untuk mengungkap kebenaran, Haniva mendorong penyidik untuk melakukan tes kebohongan (lie detector) pada Tamara. “Itu yang bisa menyatakan, karena kita tidak bisa berasumsi,” tegasnya.

Kronologi Kematian Dante

Berdasarkan hasil penyelidikan, Dante dibunuh oleh Yudha Arfandi dengan cara ditenggelamkan sebanyak 12 kali di kolam renang sedalam 1,5 meter.

Yudha menenggelamkan Dante dengan memegang pinggangnya menggunakan kedua tangan. Setiap kali korban berusaha meraih tepi kolam, Yudha menariknya kembali.

Akibat kejadian ini, sisa makanan dan buih keluar dari hidung dan mulut korban. Dokter menyatakan Dante meninggal karena kehabisan oksigen akibat tenggelam.

Yudha Arfandi Ditetapkan Tersangka

Yudha Arfandi telah ditahan di Mapolda Metro Jaya dan dijerat pasal berlapis, yaitu:

  • Pasal 76 c juncto Pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  • Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana
  • Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan
  • Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian