Apa Arti Tendensius? Suka Menyusahkan Atau Rewel

Apa Arti Tendensius

MENIT.CO.ID – Apakah kamu sedang mencari arti tendensius? Belakangan cukup banyak sekali yang mencari tahu arti dari kata tendensius yang viral di media sosial.

Kata tendensius sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun tidak semua orang memahami arti sebenarnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tendensius memiliki dua arti, yaitu:

  • Bersifat berpihak
  • Suka menyusahkan (melawan); rewel

Arti pertama, tendensius berarti memiliki kecenderungan untuk memihak atau mendukung satu pihak tertentu. Misalnya, pernyataan seorang politikus yang cenderung membela golongannya sendiri dapat dikatakan sebagai pernyataan yang tendensius.

Arti kedua, tendensius berarti suka menyusahkan atau rewel. Misalnya, seorang anak yang selalu menuntut keinginannya dipenuhi dapat dikatakan sebagai anak yang tendensius.

Lantas, manakah arti tendensius yang benar?

Secara umum, arti tendensius yang lebih sering digunakan adalah arti pertama, yaitu bersifat berpihak. Arti kedua, tendensius sebagai suka menyusahkan atau rewel, biasanya digunakan dalam konteks yang lebih informal.

Misalnya, dalam konteks politik, pernyataan seorang politikus yang dianggap tendensius biasanya berarti pernyataan tersebut cenderung membela golongannya sendiri atau pihak tertentu. Pernyataan tersebut tidak selalu bersifat menyusahkan atau rewel.

Sebaliknya, dalam konteks sehari-hari, seseorang yang dianggap tendensius biasanya berarti orang tersebut suka menyusahkan atau rewel. Misalnya, seorang anak yang selalu menuntut keinginannya dipenuhi dapat dikatakan sebagai anak yang tendensius karena perilakunya menyusahkan orang lain.

Jadi, jawaban atas pertanyaan “Apa arti tendensius? Suka menyusahkan atau rewel?” adalah kedua-duanya benar, tergantung pada konteks penggunaannya.

5 Contoh Kalimat Tendensius yang Harus Dihindari

Tendensius adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin, yaitu “tendentia” yang berarti kecenderungan. Dalam konteks bahasa Indonesia, tendensius dapat diartikan sebagai suatu pernyataan atau pendapat yang mengarah pada suatu pihak atau kelompok tertentu, dan biasanya mengandung unsur prasangka atau bias.

Kalimat tendensius sering kali digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Namun, penggunaan kalimat tendensius perlu dihindari, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan konflik.

Berikut adalah 5 contoh kalimat tendensius yang harus dihindari:

  1. “Pengemudi motor selalu seenaknya sendiri di jalan, mereka tidak mengindahkan aturan lalu lintas.”

Kalimat ini tendensius karena mengasumsikan bahwa semua pengemudi motor tidak mengindahkan aturan lalu lintas. Padahal, masih banyak pengemudi motor yang mematuhi aturan lalu lintas.

  1. “Semua politisi itu korup, tidak ada yang benar-benar peduli dengan rakyat.”

Kalimat ini tendensius karena mengasumsikan bahwa semua politisi korup. Padahal, masih banyak politisi yang jujur dan peduli dengan rakyat.

  1. “Media hanya menampilkan berita palsu dan sensational, mereka tidak objektif sama sekali.”

Kalimat ini tendensius karena mengasumsikan bahwa semua media menampilkan berita palsu dan sensational. Padahal, masih banyak media yang menyajikan berita yang akurat dan objektif.

  1. “Anak-anak muda sekarang malas belajar, mereka lebih suka main gadget saja.”

Kalimat ini tendensius karena mengasumsikan bahwa semua anak muda malas belajar. Padahal, masih banyak anak muda yang rajin belajar.

  1. “Orang kaya semakin kaya, sedangkan orang miskin semakin miskin.”

Kalimat ini tendensius karena mengasumsikan bahwa kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin semakin melebar. Padahal, kesenjangan ekonomi dapat terjadi karena berbagai faktor, bukan hanya karena faktor kekayaan.