Benarkah Pasangan Menikah Lebih Sehat dan Bahagia Dibanding Lajang?

    Kamis, 17 Januari 2019 - 19:53 Editor : Redaksi Dibaca : 171 Views

    Menit.co.id Ada anggapan bahwa pasangan menikah lebih sehat dan bahagia. Sementara orang lajang cenderung merasa kesepian dan lebih berisiko terkena penyakit. Benarkah demikian?

    Menurut penelitian, pasangan menikah memang berisiko lebih rendah untuk mengalami depresi dan beberapa jenis penyakit, dibandingkan dengan orang lajang. Meski begitu, sebenarnya hal ini tergantung kondisi kesehatan tiap orang dan juga hubungan setiap pasangan.

    Beragam Manfaat Menikah
    Secara umum, manfaat menikah yang secara khusus berdampak positif pada kesehatannya, antara lain:

    • Lebih sehat fisik dan mental
      Pakar gaya hidup sehat merekomendasikan pernikahan sebagai cara untuk hidup lebih sehat, tidak hanya fisik, tapi juga mental. Interaksi dengan pasangan dapat menurunkan hormon stres kortisol dan membangkitkan hormon cinta oksitosin yang menimbulkan gairah dan rasa tenang.
    • Mendapat dukungan
      Pernikahan yang sehat akan membuat seseorang merasa bahwa dirinya selalu memiliki dukungan secara emosional kapan pun diperlukan.
    • Lebih berhati-hati
      Pasangan menikah juga cenderung akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan-tindakan berisiko, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi atau meneruskan kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
    • Kondisi finansial lebih baik
      Tingkat perekonomian yang lebih baik setelah menikah, membuat pasangan menikah lebih mampu mengakses sarana kesehatan yang baik, makanan yang sehat, dan tinggal di lingkungan yang lebih bersih.
    • Mudah diterima oleh orang lain
      Sebagian besar pasangan menikah juga lebih mudah diterima dalam interaksi sosial. Memiliki pasangan juga dapat membuat seseorang merasa lebih percaya diri untuk memasuki lingkungan dan situasi baru.

    Meski demikian, bukan berarti lajang atau orang yang bercerai tidak bisa sehat atau bahagia sebagaimana orang menikah. Orang yang lajang tidak selalu mengalami kesepian. Dukungan untuk para lajang dapat diperoleh dari teman, keluarga, rekan kerja, bahkan dari hewan peliharaan.

    Pernikahan Juga Bisa Menimbulkan Risiko Kesehatan
    Pada kenyataannya, pernikahan tidak menjadi “jaminan” kesehatan jika salah satu atau kedua pasangan berada dalam kondisi:

    • Tidak terlalu memprioritaskan kesehatan diri
      Dalam sebuah studi ditemukan, berat badan dan tekanan darah sistolik perempuan menikah cenderung lebih tinggi. Sedangkan perempuan yang bercerai, justru lebih aktif berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat, sehingga indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan tekanan darah diastoliknya lebih rendah. Dari hal ini disimpulkan bahwa perempuan lajang bisa lebih fokus pada kesehatannya sendiri, sedangkan perempuan yang sudah menikah cenderung mendahulukan kesehatan pasangannya.
    • Hubungan dengan pasangan tidak selalu baik
      Situasi pernikahan yang buruk membuat seseorang justru lebih berisiko mengalami stres, yang dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatannya. Selain itu, pernikahan yang berakhir dengan perceraian juga dapat berdampak buruk pada kesehatan.

    Pada akhirnya, pribadi yang sehat berarti memiliki fisik dan mental yang sehat pula. Bagaimana seseorang menjaga kualitas hidupnya dan hubungannya dengan orang lain yang dapat menentukan kebahagiaan dan kesehatannya.

    Jadi sesungguhnya, baik sudah menikah atau lajang, tetap dapat sehat dan bahagia dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres dengan baik.

    Bila mendapati kesulitan menghadapi permasalahan, baik dalam mencapai kebahagiaan untuk diri sendiri maupun bersama pasangan, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan psikolog demi mendapatkan solusi terbaik.

    (Alodokter)



    Komentar Pembaca: