Gelang Balenciaga Mirip Lakban, Harganya Bikin Geleng Kepala

Gelang Balenciaga Mirip Lakban

MENIT.CO.ID – Gelang Balenciaga menjadi perbincangan hangat di dunia fesyen. Baru-baru ini, merek ternama asal Prancis ini meluncurkan gelang yang bentuknya mirip lakban bening dengan logo Balenciaga tercetak di atasnya.

Harganya? Fantastis, mencapai Rp 51 juta. Gelang lakban Balenciaga merupakan bagian dari koleksi Fall/Winter 2024 yang dipresentasikan di Paris Fashion Week.

Desainnya yang unik dan harganya yang fantastis menuai beragam reaksi. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk kreativitas dan seni, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan nilai dan estetika di baliknya.

Terlepas dari kontroversi, gelang lakban Balenciaga tetap menarik perhatian banyak orang. Bagi sebagian orang, gelang ini bukan sekadar aksesoris, melainkan simbol status dan ekspresi diri.

Memiliki dan mengenakannya menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari kalangan elit yang mengikuti tren fesyen terkini.

Gelang lakban bukanlah aksesoris unik pertama dari Balenciaga. Sebelumnya, merek ini juga pernah meluncurkan tas belanja plastik seharga Rp 22 juta dan sandal karet senilai Rp 11 juta.

Desain-desain ini menuai kontroversi serupa, namun tetap diminati oleh para penggemarnya. Gelang Balenciaga, dengan desainnya yang unik dan kontroversial, telah memicu berbagai diskusi tentang nilai, estetika, dan status dalam dunia fesyen.

Bagi Balenciaga, gelang ini mungkin bukan sekadar aksesoris, melainkan sebuah pernyataan dan provokasi yang memancing refleksi dan percakapan.

Mengenal Maestro di Balik Balenciaga

Cristóbal Balenciaga Eizaguirre, nama yang tak asing di telinga para pecinta busana haute couture. Lahir di Getaria, Spanyol pada 21 Januari 1895, Balenciaga terlahir dari keluarga pengrajin. Ayahnya seorang nelayan, dan sang ibu, Martina Eizaguirre, seorang penjahit yang menumbuhkan kecintaan Balenciaga pada dunia fashion.

Sejak usia 12 tahun, Balenciaga sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam menjahit. Bakatnya mengantarkannya pada Marchioness de Casa Torres, seorang bangsawan yang menjadi mentor dan membuka jalan bagi Balenciaga untuk menimba ilmu di Madrid.

Berkembangnya Sang Maestro dan Kejayaan Balenciaga

Pada tahun 1919, Balenciaga membuka butik pertamanya di San Sebastián. Kemampuannya yang luar biasa dan desainnya yang inovatif mengantarkannya pada kesuksesan besar. Ia kemudian membuka butik di Madrid dan Barcelona, dan karyanya mendapat pengakuan dari keluarga Kerajaan Spanyol.

Namun, Perang Saudara Spanyol memaksa Balenciaga untuk menutup tokonya dan pindah ke Paris. Di kota mode ini, Balenciaga kembali bangkit dan membuka rumah busana di Avenue George V pada tahun 1937. Ketenarannya semakin mendunia, dan pada tahun 1960, ia mendapat kehormatan untuk merancang gaun pengantin Ratu Fabiola de Mora y Aragón dari Belgia.

Pengaruh Luar Biasa dan Warisan Abadi

Balenciaga tak hanya dikenal sebagai desainer haute couture yang luar biasa, tetapi juga seorang pengajar yang inspiratif. Ia mengajar di kelas desain fesyen dan menginspirasi banyak desainer ternama seperti Oscar de la Renta, André Courrèges, Emanuel Ungaro, Mila Schön, dan Hubert de Givenchy.

Karyanya yang inovatif dan revolusioner, seperti gaun balon dan sack dress, telah menjadi inspirasi bagi banyak desainer hingga saat ini. Balenciaga juga dikenal dengan penggunaan bahan yang unik dan cuttingan yang sempurna.

Penutup Karir dan Warisan Abadi

Pada tahun 1968, di usia 74 tahun, Balenciaga memutuskan untuk pensiun dari dunia fashion. Ia meninggal pada tahun 1972 di usia 77 tahun, meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia haute couture.

Cristóbal Balenciaga Eizaguirre, seorang maestro yang telah mengubah dunia fashion dengan desainnya yang inovatif dan elegan. Karyanya yang luar biasa dan pengaruhnya yang besar akan terus menginspirasi para desainer dan pecinta fashion di seluruh dunia.