Kepri Punya Destinasi Wisata Baru Kebun Raya Batam

    Minggu, 23 Desember 2018 - 17:57 Editor : Redaksi Dibaca : 820 Views

    Menit.co.id Kini Kepulauan Riau (Kepri) punya destinasi wisata baru, yakni Kebun Raya Batam yang letaknya tak jauh dari pelabuhan di Nongsa.

    Selain destinasi pariwisata, Kebun Raya Batam juga didirikan sebagai upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati. Khususnya berbagai jenis tumbuhan di pulau-pulau kecil Indonesia.

    “Ini akan menjadi bagian dari paket-paket wisata yang ditawarkan oleh industri. Ini juga akan menjadi bagian kami untuk terus mendukung Kementerian Pariwisata untuk meraih target 20 juta wisman di 2019. Lokasi ini sangat layak dipublikasikan. Karena bukan hanya sebuah destinasi, namun juga ada unsur edukasinya,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata.

    Kebun Raya Batam diresmikan pada Sabtu (22/12/2018) sebagai rangkaian perayaan HUT Kota Batam ke-189. Acara peresmian ditandai dengan penanaman pohon nibun sebagai maskot Kebun Raya Batam serta pelepasan 189 ekor burung merpati.

    “KRB berada di kawasan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Sangat dekat dengan resor dan pelabuhan. Sangat ideal dikunjungi wisatawan. Silakan datang ke Kebun Raya Batam, Anda akan ketagihan,” katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Boeralimar, mengatakan ini adalah kabar gembira pariwisata di Kepri. Sebabm semakin banyak atraksi dan destinasi akan membuat wisman punya banyak pilihan ke Kepri.

    “Seperti apa yang selalu diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya, berkembangnya sebuah daerah wisata karena bertumbuhnya akses, amenitas, dan atraksi di daerah. Kebun Raya Batam ini adalah sebuah kabar menggembirakan untuk perkembangan pariwisata di Kepri,” paparnya.

    Kebun Raya Batam memiliki 2.500 koleksi tanaman dan 9.700 bibit yang belum ditanam. Adapun bibit-bibit yang sudah ditanam adalah 500 pohon ketapang kencana.

    “Kita juga harus terus menggenjot unsur branding, advertising, dan selling. Saat ini kita sudah masuk tahap selling. Semua unsur harus kompak dan bersama-sama memajukan pariwisata. Saya yakin Kebun Raya Batam bisa ditawarkan kepada wisatawan. Dalam mempromosikan juga harus kita pikirkam unsur 3C. Perlunya character, competence, dan collaboration. Nah, collaboration menjadi hal yang sangat penting untuk membangun Kebun Raya Batam ini,” jelasnya.

    Pemerintah Indonesia telah menaruh perhatian besar terhadap upaya-upaya konservasi sumber daya hayati. Baik secara in-situ (di habitat alaminya) maupun ex-situ (di luar habitat alami).

    Keluarnya Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, menjadi titik tolak penting dalam pembangunan kawasan konservasi ex-situ untuk pelestarian berbagai jenis flora endemik Indonesia.

    Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya turut gembira dengan kabar tersebut. Baginya, Kebun Raya Batam bisa menjadi produk ekowisata yang keren dan angat mungkin bisa dijual ke Singapura dan Malaysia. Apalagi destinasi ini bisa dicapai dalam waktu 45 menit via laut.

    “Selamat atas diresmikannya Kebun Raya Batam. Harus terus dilestarikan karena pariwisata semakin dilestarikan juga semakin menyejahterakan. Harus dijaga bentang alam kita,” katanya.

    Arief juga mengaku semangat mengembangkan ekowisata. Maka ia sangat mendukung hadirnya Kebun Raya Batam. Menurutnya, Kebun Raya Batam akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam.

    “Kepri memiliki 2.408 pulau besar dan kecil yang bisa disinggahi wisatawan dari negeri tetangga. Belum lagi panorama alam bawah laut yang mempesona dari mulai Anambas, Pulau Abang, Pulau Petong, Pulau Hantu hingga Pulau Labun yang menyimpan keindahan bawah laut yang indah. Wisatawan bisa bebas leluasa menjelajahi makhluk laut yang kaya dan terumbu karang yang langka. Kepri itu lengkap. Ayo ke Kepri,” pungkasnya.

    (Detik Travel)



    Komentar Pembaca: