Lontong Cap Gomeh Jadi Hidangan Penutup Perayaan Imlek 2022

Lontong Cap Gomeh

Menit.co.id – Lontong Cap Gomeh merupakan hidangan penutup pada momen lebaran atau tahun baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Indoensia.

Lontong Cap Gomeh sendiri merupakan hidangan pasca peryakaan 15 hari setelah Imlek 2022. Ini rupanya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Di Tiongkok, perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan Bulan Purnama. Perayaan Cap Go Meh jadi momen menutup musim semi dan melepaskan keluarga untuk kembali lagi ke tanah perantauan.

Di Kota Semarang, ada satu tradisi dalam Cap Go Meh yang berbentuk kuliner dan merupakan hasil dari akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa, namanya adalah Lontong Cap Go Meh.

Pemerhati masyarakat Tionghoa di Indonesia sekaligus pemilik Restoran Semarang menjelaskan jika, Lontong Cap Go Meh, memiliki banyak makna.

Kata Jongkie, Lontong Cap Go Meh adalah satu bukti seduluran antara etnis Tionghoa etnis lain di sekitar tempat tinggal mereka.

Lontong Cap Go Meh tidak jauh beda dengan ketupat opor dan ketupat sayur, bahkan kata Jongkie bahannya hampir sama.

Lalu bedanya apa? Jongkie menjelaskan jika Lontong Cap Go Meh memiliki lontong sebagai pengganti ketupat dan tiga komponen lain yaitu kedelai bubuk, abing, dan docang.

“Karena rata-rata tentangga kaum Tionghoa itu muslim, mereka tidak mencampurnya dengan babi atau apa pun yang tidak boleh di konsumsi,” ungkapnya.

Makna Lontong Cap Gomeh

Jongkie lalu menjelaskan makna Lontong Cap Go Meh. Pertama, modifikasi ketupat yang kotak menjadi lontong dengan bentuk bundar.

Ketika di potong melambangkan bulan purnama penuh (purnama pada perayaan Cap Go Meh).

“Bentuk bundar lontong juga bermakna sebagai hubungan persaudaraan yang tidak terputus,” tambahnya.

Sedangkan abing yang bercita rasa manis melambangkan doa agar di beri yang manis-manis dalam hidup.

Begitupun rasa gurih dari docang dan bubuk kedelai agar yang menyantapnya selalu mengalami nasib yang baik (gurih).

Oleh Jongkie Tio, ketiganya di sebut sebagai syarat karena secara turun temurun di gunakan oleh leluhur mereka sebagai bumbu masakan.

“Lontong ini 100 persen kupatan, di kasih tiga ini (bubuk kedelai, docang dan abing) jadi lontong Cap Go Meh,” tambahnya.

Sepiring Lontong lengkap terdiri dari 12 komponen. Beberapa di antaranya adalah lontong, sayuran, sambal ati, sambal tahu, suwiran ayam, telur, docang, abing, bubuk kedelai, dan kuah santan.

Jika ingin menyantap Lontong Cap Gomeh yang autentik bisa langsung menuju ke Restoran Semarang yang lokasinya di Jalan Gajah Mada atau tepatnya di samping Mall Tentrem.