Sosok 3 Pramugari Pesawat Lion Air JT-610 di Mata Keluarga

    Rabu, 31 Oktober 2018 - 14:40 Editor : Redaksi Dibaca : 1050 Views

    Menit.co.id Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat. Ada 189 orang di dalamnya. Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anakanak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 6 awak kabin.

    Tiga dari enam keluarga awak kabin ditemui oleh detikcom. Tiga awak kabin tersebut merupakan pramugari yakni Citra Noivita Anggelia, Alfiani Hidayatul Solikha dan Fita Damayanti Simarmata. Berikut cerita dan kenangan dari masing-masing keluarga mengenai ketiga sosok tersebut.

    1. Citra Novita Anggelia Putri

    Pramugari Pesawat Lion Air JT 610 di Mata Keluarga/ Foto: Dok. Facebook Citra Novita Anggelia

    Pramugari Lion Air JT 610, Citra Novita Anggelia Putri (26) dikenal sangat dekat dengan keluarga, terutama ibunya. Hampir setiap hari, putri kedua pasangan Puji Lestari dan Bambang Subagyo itu bahkan tak pernah putus kontak dengan keluarga.

    “Kontak terakhir tadi malam. Setiap mau berangkat terbang juga kontak. Jadi setiap hari kontak terus,” ungkap ayah Citra, Bambang Subagyo.

    Bambang mengaku tidak mendapatkan firasat apa pun terkait musibah yang menimpa putrinya. “Tidak itu, kalau firasat. Setiap hari kontak kok ya. Jadi kayaknya tidak ada firasat,” kata Bambang.

    Warga Dusun Bayanan Wetan, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, itu mengaku mendapatkan kabar musibah pesawat jatuh dari pihak perusahaan Lion Air.

    2. Alfiani Hidayatul Solikha

    Pramugari Pesawat Lion Air JT 610 di Mata Keluarga/ Foto: Pramugari Lion Air Alfiani Hidayatul Solikah yang jatuh (Instagram)

    Alfiani Hidayatul Solikha baru bergabung menjadi pramugari Lion Air 6 bulan terakhir. Anak semata wayang dari pasangan Slamet (60) dan Kartini (47) ini belum pernah pulang ke rumahnya lagi di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

    “Saat diterima jadi pramugari, sempat pulang. Memberi kabar kalau sudah diterima sebagai pramugari. Keluarga juga kumpul, semua senang kalau Alfiani bekerja sebagai pramugari,” terang Suwito, paman Alfiani.

    Sebelum kecelakaan, Alfiani membagikan fotonya di media sosial. Caption di akunnya menjadi viral dan kolom komentarnya dipenuhi doa dari warganet.

    3. Fita Damayanti Simarmata

    Ayah dari pramugari pesawat Lion Air JT 610/ Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

    Fita Damayanti Simarmata (22) berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Fita merupakan tulang punggung keluarga. Ayahnya yang seorang buruh bangunan dan ibunya yang hanya berdagang di pasar. Pekerjaan Fita membuatnya menjadi anak kebanggaan orang tua.

    “Hobinya memang basket, setelah jadi pramugari dia itu benar-benar bisa menunjukkan kalau ini lho saya bisa gitu. Tanggung jawab sama keluarga. Kami sangat bangga sama dia, apalagi dia juga tulang punggung keluarga,” kata ayah korban Fita.

    Sementara itu, Syahriadi simarmata (38) yang merupakan sepupu korban menuturkan bahwa di mata keluarga, Fita adalah anak yang baik, humoris, dan penurut pada orang tua. Kini pihak keluarga sangat kehilangan sosok tersebut.

    Kehilangan orang yang disayangi memang sangat berat, Bun. Dikatakan psikolog anak, remaja, dan keluarga dari Tiga Generasi, Samanta Ananta, kehilangan anak merupakan kondisi berduka yang terdalam dan terberat yang dialami oleh orang tua.

    Apalagi ketika anak meninggal dalam kondisi yang tidak diharapkan dan terasa serba mendadak. Akan ada perasaan luar biasa menyesal, mengutuk diri kenapa gagal melindungi si buah hati.

    “Selain itu, orang tua juga dapat saling menyalahkan satu sama lain akibat dari amarah yang dirasakan sebagai manifestasi perasaan kegagalannya menjaga anak dengan baik,” kata Samanta saat berbincang dengan HaiBunda.

    Samanta menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah orang tua tetap dapat menjalankan perannya bagi anak-anak yang masih hidup. Jika tidak, akan melahirkan masalah baru antara relasi orang tua dan anak yang bertahan.

    (dtc/dtc)



    Komentar Pembaca: