Apa Itu Rebo Wekasan? Begini Penjelasan Buya Yahya

Rebo Wekasan Buya Yahya

Menit.co.id – Rebo Wekasan adalah Rabu terakhir bulan Safar oleh sebagian kalangan muslim di anggap sebagai hari keramat dan menakutkan.

Pasalnya, di hari tersebut Allah akan menurunkan banyak bencana. Lantas bagaimana pandangan ulama terkait dengan Rebo Wekasan ini? Berikut penjelasan Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, tidak ada petunjuk dari Rasulullah SAW bahwa harus mengamalkan amalan pada Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar.

Menurut Buya Yahya, cerita tentang Rebo Wekasan adalah cerita tentang orang saleh mendapatkan berita (ilham) bahwasanya di hari itu akan turun penyakit.

Lalu meminta perlindungan dari Allah agar terjauhkan dari penyakit.

“Kalau (ajaran) dari nabi tidak ada, cuma kalau udah katanya ulama selagi tidak bertentangan dengan ajaran nabi tidak bisa kita (katakan) langsung murni bidah,” jelasnya, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, ketika orang saleh mendapatkan ilham boleh di percaya boleh juga tidak. Dengan catatan selama hasil ilham tersebut tidak bertentangan dengan ajaran nabi.

“Misalnya bersedekah atau salat hajat agar terjauhkan dari malapetaka, maka mengikuti ilham selagi itu tidak bertentangan syariat itu boleh,” Buya Yahya mencontohkan.

Buya Yahya menambahkan, bila ada yang tidak mempercayai ilham tersebut jangan di caci maki. Misalnya, seseorang memilih tidak melakukan amalan karena tidak di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Ulama kondang ini menegaskan jika ilham bukan hujjah. Sekalipun seorang wali kutub mendapatkan ilham, tidak boleh menjadi hujjah.

“Tapi kalau Anda percaya karena dia saleh, kemudian ilhamnya tidak melanggar syariat, maka boleh Anda ikuti,” ujarnya.

“Jadi kalau Anda mempercayai guru Anda seorang yang saleh boleh-boleh saja dilakukan, akan tetapi yang Anda lakukan tentunya dasarnya adalah nabi, bukan dasarnya ilham. Ilham pengantar kepada sunah nabi,” tambah Buya Yahya.

Buya Yahya mencontohkan, misalnya berdasarkan dari ilham bahwasanya pada Rabu terakhir bulan Safar akan turun bala, maka tolaklah bala dengan salat dua rakaat.

“Salat apa itu? Salat yang pernah diajarkan nabi untuk menolak bencana namanya hajat. Kemudian ditambah lagi sedekah. Nabi yang nyuruh, itu boleh,” kata Buya Yahya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS