Apakah Menonton Film Dewasa Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya

Menonton Film Dewasa Membatalkan Puasa

MENIT.CO.ID – Pertanyaan apakah menonton film dewasa membatalkan puasa? Ini hukum menonton film dewasa saat puasa secara lengkap.

Pertanyaan kontroversial seputar apakah menonton film dewasa dapat membatalkan puasa atau tidak masih terus terjadi ketika bulan Ramadhan tiba.

Hal ini menjadi topik diskusi di berbagai kalangan masyarakat, khususnya di tengah-tengah maraknya perkembangan teknologi dan akses mudah terhadap konten digital.

Menurut sebagian ulama, menonton film dewasa dianggap sebagai tindakan yang dapat membatalkan puasa karena dianggap merusak kesucian jiwa dan mengundang godaan hawa nafsu.

Mereka berargumen bahwa puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat merusak keutuhan spiritual.

Namun, pandangan lain menekankan bahwa puasa lebih fokus pada kontrol diri dan keberlanjutan spiritual, bukan hanya terbatas pada aspek fisik semata.

Mereka berpendapat bahwa jika menonton film dewasa tidak diikuti oleh tindakan nyata yang melanggar norma agama, maka puasa masih tetap sah.

Penting untuk dicatat bahwa masing-masing golongan agama memiliki perspektif yang berbeda terkait hal ini.

Beberapa menganggapnya sebagai perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan selama berpuasa, sementara yang lain lebih memandangnya sebagai hal pribadi yang perlu dijaga dengan kontrol diri yang baik.

Penting juga untuk meresapi pesan moral dan etika dalam menjalani bulan suci Ramadan, dan untuk selalu merujuk pada panduan dan fatwa dari tokoh agama yang dihormati dalam masyarakat masing-masing.

Bagi umat Islam, kepatuhan terhadap norma agama dan kebijaksanaan dalam mengonsumsi konten menjadi kunci untuk menjaga kebersihan spiritual selama bulan suci ini.

Hukum Menonton Film Dewasa saat Puasa

Ustadz Ahmad Zahrudin M. Nafis melalui saluran Youtube-nya menjelaskan hukum menonton film dewasa saat puasa.

Dalam penjelasannya menonton film dewasa, beliau merujuk pada kitab Taqrirat Sadidah Juz 1 halaman 448-449. Kitab tersebut menjelaskan perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa, termasuk di antaranya adalah memandang sesuatu yang haram (film dewasa) atau memandang sesuatu yang halal namun dengan penuh syahwat.

“Jika melihat sesuatu yang dapat meningkatkan libido atau syahwat, maka itu termasuk tindakan yang dapat membatalkan pahala puasa.”

Dengan demikian, hukum menonton film dewasa saat puasa dapat menghilangkan pahala dari puasa itu sendiri. Perlu dicatat bahwa hal ini berlaku bahkan tanpa ejakulasi, namun jika ejakulasi terjadi ketika menonton, maka puasa dianggap batal dan harus diganti.

“Merugi seseorang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus,” tambah Ahmad Zahrudin M. Nafis.

Pendapat serupa diungkapkan oleh Tsalis Muttaqin, seorang akademisi dari UIN Raden Mas Said Surakarta. Menurutnya, menonton video yang menampilkan aurat tidak membatalkan puasa, tetapi pada dasarnya tidak mendatangkan pahala.

Alhafiz Kurniawan, seorang Dosen Agama Islam dari Universitas Indonesia (UI), juga memberikan pandangan tentang hukum menonton film dewasa saat berpuasa.

Mengacu pada Imam Nawawi, ia menjelaskan bahwa segala hal yang dapat membatalkan puasa karena syahwat, termasuk ejakulasi akibat aktivitas onani.

“Menonton video dewasa selama ibadah puasa tidak langsung membatalkan puasa, tetapi dapat merugikan pahala dan kualitas ibadah puasa,” kata Alhafiz Kurniawan.

Selama menjalankan ibadah puasa, disarankan bagi umat Muslim untuk menahan diri dari segala bentuk syahwat, sejalan dengan hikmah dan inti dari syariat ibadah puasa, seperti makan, minum, dan hubungan badan.

Dalam kitab Aunul Ma’bud, Syekh Abut Thayyin menjelaskan bahwa meskipun tidak sebesar dosa zina hakiki, umat Muslim sebaiknya menjauhi segala bentuk zina yang dapat membatalkan puasa.

Exit mobile version