Doa Malam Lailatul Qadar, Ini Bacaan Sesuai Sunnah

Doa lailatul malam qadar merupakan doa yang di baca pada malam lailatul qadar. Rasulullah SAW sendiri dalam keterangan haditsnya menganjurkan pengerjaannya.

Malam Lailatul Qadar

Menit.co.id – Doa malam Lailatul Qadar merupakan doa sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan yang hukumnya sunnah bagi umat muslim.

Doa lailatul malam qadar merupakan doa yang di baca pada malam lailatul qadar. Rasulullah SAW sendiri dalam keterangan haditsnya menganjurkan pengerjaannya.

“Barang siapa yang pada malam lailatul qadar mengerjakan ibadah dan berdoa dengan penuh keimanan yang dipersembahkan semata-mata untuk Allah, akan diampuni dari segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang,” (HR Ahmad dan Thabrani).

Di samping itu, malam lailatul qadar mengandung keutamaan di mana pada malam tersebut turun malaikat-malaikat ke bumi untuk mengatur segala urusan.

Hal ini sesuai dalam surat Al Qadar ayat 3-5,

(3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
(5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Sebab itulah, kemuliaan lailatul qadar juga termasuk dalam waktu mustajab doa yang di kabulkan bagi umat muslim yang memanjatkan doa.

Sebagaimana di ungkap oleh Imam As Syaukain dalam Kitab Tuhfatud Dzakirin yang di kutip dari Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah.

Adapun bacaan doa lailatul qadar sesuai sunnah dapat dinukil dari bacaan yang pernah di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Doa lailatul qadar mengusung permohonan agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat. Doa yang di maksudkan adalah doa lailatul qadar yang di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi.

Dalam hadits tersebut, istri Rasulullah SAW Aisyah RA berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab.

“Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku),’” (HR Tirmidzi)

Berdasarkan hadits di atas, potongan doa lailatul qadar sesuai sunnah adalah sebagai berikut,

Doa Malam Lailatul Qadar dalam Arab Beserta Artinya

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Bacaan latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku.”

Selain membaca doa lailatul qadar sesuai sunnah tersebut, para ulama Mazhab Syafi’i juga menganjurkan perbanyak amalan lainnya. Seperti, membaca Al-Qur’an dan juga zikir pada waktu dan tempat yang di muliakan.

“Di sunnahkan ketika menjumpai lailatul qadar untuk memperbanyak berdoa dengan doa di atas, dan di sunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, zikir-zikir, dan doa-doa yang disunnahkan dalam syar’i,” tulis Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi.

Semoga dengan mengamalkan doa lailatul qadar sesuai sunnah qadar dan meningkatkan amalan lainnya pada malam lailatul dapat membantu kita dalam meraih kemuliaannya. Aamiin.