Hukum Merawat Boneka Arwah, Ini Penjelasan NU dan Muhammadiyah

Hukum Merawat Boneka Arwah

Menit.co.id – Hukum merawat Boneka Arwah menurut Islam yang selama ini menjadi tren baru bagi kalangan selebritis tanah air. Apa hukumnya? Begini penjelasan NU dan Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nadhlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini menilai tren merawat bonek arwah tersebut termasuk musyrik dan di larang agama.

Hukum merawat Boneka arwah dapat di katakan musyrik apabila si pemilik menganggap boneka tersebut mampu mengabulkan permintaan. Intinya di puja atau menduakan Tuhan.

Menurut Anggia, apabila boneka tersebut hanya di gunakan sebagai sarana bermain, maka akan sah-sah saja. Namun, apabila boneka tersebut di anggap mampu mengabulkan hajat, hal tersebut termasuk musyrik.

“Apalagi di anggap mampu mengabulkan hajat kita, itu musyrik namanya. Jelas agama Islam melarangnya,” ungkapnya, seperti melansir dari Terkini.id.

Lebih lanjut, Anggia menganggap selebritis yang merawat boneka arwah tersebut aneh. Pasalnya, boneka arwah tersebut merupakan benda mati.

“Makhluk enggak hidup kalau di perlakukan seperti bayi enggak boleh. Apalagi di anggap mengabulkan atau sebagai tempat curhat. Kalau kita berdoa dalam Islam kan ada sarana melalui salat misalnya kepada Allah. Itu sarana untuk curhat juga,” jelasnya.