Ini Teks Khutbah Jumat Singkat tentang 1 Muharram 1444 Hijriyah

Khutbah Jumat Singkat Muharram

Menit.co.id – Apakah kamu sedang mencari teks Khutbah Jumat Singkat Tentang 1 Muharram? Jika benar, berikut tes khutbah jumat 1 muharram tersebut.

Artikel ini menyajikan informasi tentang khutbah Jumat singkat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah dengan tema Introspeksi Diri di Akhir Tahun.

Materi khutbah Jumat terbaru tersebut, akan menjelaskan apa saja yang seharusnya dilakukan umat Muslim, saat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H akan jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Tahun Baru Islam secara tradisi Jawa dikenal juga dengan sebutan satu Suro maupun Bulan Suro.

Dengan tema Introspeksi Diri di Akhir tahun, jamaah sidang Sholat Jumat akan diajak untuk selalu mengingat serta berserah diri kepada Allah SWT.

Berikut ini teks khutbah Jumat singkat untuk menyembut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H yang bisa Anda jadikan referensi, Jumat (29/7/2022).

Khutbah Jumat Pertama 1 Muharram

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُنِعَ لِمَا سَلَب.

فَسُبْحَانَهُ مِن إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابُهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ المُسَبَّبَاتِ والسَّبَب.

أَحْمدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيهِ وَهَرَب. وَأَشكُرُهُ شُكرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَن حَسَب.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فَارِجُ الكَرَب. وَالمُنْجِي مِنَ الوَرْطَاتِ والعَطَب.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ العَجَمِ وَالعَرَب.

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعُهُ المُطَهَّرَ وَإِلَى دِينِهِ الحَنِيفِيِّ انتَسَب.

(أَمَّا بَعدُ) فَيَا أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. واعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهَ

Hadirin Jama’ah jumat Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan mengintrospeksi amal-amal yang telah kita perbuat.

Mengapa kita perlu mengintrospeksi diri?

Perlu kita sadari, bahwa status kita adalah makhluk. Setiap makhluk pasti memiliki kekurangan. Kita tidak bisa melihat kekurangan atau kesalahan pribadi kita kalau kita tidak mau mengoreksi diri.

Allah Swt. Memerintahkan kita untuk mengoreksi diri. Dalam Quran Surat Al-Hasyr Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Lalu apa saja yang perlu kita koreksi?

Mulai dari hal yang paling mendasar, yang menjadi sumber dari segala perbuatan, yaitu hati. Apakah hati kita sudah bersih dari prasangka-prasangka buruk? Apakah hati kita selalu bertekad untuk berbuat baik? Apakah hati kita sudah selalu mengingat Allah?

Kemudian merambat pada anggota-anggota tubuh yang kita gunakan untuk menjalankan aktifitas. Sudahkah aktifitas yang kita lakukan itu sesuai syariat? Sudahkah aktifitas yang kita lakukan bermanfaat bagi orang banyak?

Sahabat Umar bin Khattab pernah berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا

“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi! Timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang (di hari kiamat)!”

Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mengapa muhasabah atau mengintrospeksi diri itu sangat perlu?

Karena hidup kita di dunia ini terbatasi oleh waktu. Ketika waktu tersebut kita gunakan untuk berbuat baik, maka kita beruntung. Tetapi ketika waktu tersebut kita gunakan untuk berbuat buruk, maka kita merugi.

Syaikh Muhammad Jalaluddin mengatakan dalam ringkasan Kitab Ihya’nya:

مَا لِي بِضَاعَةً إِلَّا الْعُمْرَ, وَمَهْمَا فَنَى فَقَدْ فَنَى رَأْسُ الْمَالِ

“Kita tidak mempunyai modal kecuali umur. Ketika umur kita habis, maka habislah modal kita.”

Oleh karena itu, dalam momen akhir tahun hijriyah ini, marilah kita bersama-sama merenungi amal-amal perbuatan kita, supaya kita bisa menyadari kekurangan-kekurangan kita, sehingga kita bisa memperbaiki untuk masa depan kita yang lebih baik.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فيهِ مِن آيَةٍ وَذِكرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنكُم تِلَاوَتَهُ وَإنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
.
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ. وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS