Menag Batasi Penyembelihan Hewan Kurban di Tempat Terbuka

  • Bagikan
Menag Batasi Penyembelihan Hewan Kurban di Tempat Terbuka

Menit.co.idMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut, yang boleh menyaksikan penyembelihan hewan kurban hanya yang berkurban saja. Penyembelihan hewan dilakukan di tempat terbuka dan dibatasi.

Hal itu merupakan aturan terkait pembatasan pergerakan masyarakat selama pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan kurban di zona PPKM Mikro Darurat.

“Kita akan atur penyembelihan hewan kurban itu di tempat yang terbuka dibatasi, dan yang boleh menyaksikan hanya yang melakukan kurban saja, yang berkurban yang boleh menyaksikan penyembelihan hewan,” katanya lewat konferensi pers virtual, Jumat (2/7).

Pihaknya juga meniadakan pembagian kupon daging kurban yang menyebabkan kerumunan. Sehingga, daging kurban harus diserahkan langsung kepada yang berhak ke rumah masing-masing.

“Daging kurban yang biasanya pembagiannya sering mengundang kerumunan dengan membagi kupon kita sudah atur bahwa pembagian hewan kurban itu harus diserahkan langsung kepada yang berhak ke rumah masing-masing,” jelasnya.

“Ini inti dari hasil rapat yang nanti kita akan turunkan menjadi surat edaran, jadi surat edaran menteri agama yang kita edarkan secara luas,” sambungnya.

Lebih lanjut, dalam zona PPKM darurat tempat peribadatan ditutup sementara. Tempat ibadah yang ditutup bukan hanya khusus untuk umat Islam.

“Saya juga perlu sampaikan karena tempat ibadah itu bukan tempat ibadah umat islam saja, bukan hanya masjid dan musala, tentu ada tempat ibadah untuk agama lain,” kata politisi PKB ini.

“Kementerian Agama sudah menyiapkan peraturan peribadatan di tempat tempat ibadah di luar agama Islam seperti di masjid, pura, wihara, klenteng dan sebagainya kita sedang siapkan,” pungkasnya.

Hari raya Idul Adha merupakan hari besar umat muslim yang perayaannya dilakukan dengan shalat Idul Adha kemudian menyembelih hewan kurban. Hewan ini biasanya sapi atau kambing.

Untuk menyembelih herwan kurban, ada tata cara berkurban yang harus diikuti. Paling utama adalah robohkan hewan dengan kepala menghadap kiblat, awali dengan membaca bismillah, lakukan sekali dengan gerakan potong pada leher hewan kurban, gantung kaki belakang hewan setelah disembelih, ikat saluran makanan dan dubur hewan.

Setelah itu lakukan pengulitan perlahan, keluarkan isi dalam hewan dan pisahkan, bungkus terpisah dengan plastik khusus makanan, dan yang pasti jagalah kebersihan daging kurban.

  • Bagikan