Niat Puasa Ayyamul Bidh, Puasa Tiga Hari dan Keutamaannya

  • Bagikan
Niat Puasa Ayyamul Bidh

Menit.co.id – Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Sang penghulu Rasul itu disebut tidak pernah meninggalkan Puasa Ayyamul Bidh.

Puasa tiga hari yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kita kenal dengan sebutan Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa sunnah yang dikerjakan di pertengahan bulan Hijriah, atau di setiap tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriah.

Puasa ayyamul bidh ini termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Terlebih ada beberapa dalil yang menjelaskan tentang puasa ayyamul bidh dan keutamaannya.

Dikutip dari berbagai sumber sebagaimana hadits riwayat Imam An Nasai berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. Imam An Nasai nomor 2347).

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta’ala.”

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh

Jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Agustus 2021 yakni sebagai berikut:

1. Puasa Ayyamul Bidh hari pertama: Minggu 22 Agustus 2021/13 Muharram 1443 H
2. Puasa Ayyamul Bidh hari kedua: Senin, 23 Agustus 2021/14 Muharram 1443 H
3. Puasa Ayyamul Bidh hari ke tiga: Selasa, 24 Agustus 2021/15 Muharram 1443 H

Jadwal puasa Ayyamul Bidh Agustus 2021 jatuh pada tanggal 22–24 Agustus 2021, yakni hari ini hingga Selasa depan.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh salah satunya disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: “Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Imam Bukhari).

Keutamaan berpuasa Ayyamul Bidh juga diriwayatkan dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ « هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ »

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434)

Dalil Puasa Ayyamul Bidh

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini juga didukung oleh beberapa hadis yang kami lansir dari laman rumaysho.com, yaitu:

Dalil pertama dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari).

Dalil kedua ketika Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah,

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalil ketiga dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai).

Dalil keempat dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi dan An Nasai).

Dalil kelima dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

Nah, itu dia niat puasa Ayyamul Bidh dan jadwalnya bulan ini. Selamat puasa!

  • Bagikan