Niat Puasa Ganti Ramadhan, Hukum dan Tata Cara Melaksanakan

Niat Puasa Ganti Ramadhan

MENIT.CO.ID – Berikut adalah niat puasa ganti Ramadhan lengkap dengan hukum dan tata cara melansakan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Mengqadha atau mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan hukumnya adalah wajib. Jika berniat untuk melakukannya di bulan Rajab, berikut bacaan niat qadha puasa Ramadhan.

Tahun ini, tanggal 1 Rajab 1445 H/2024 M jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024. Untuk mendapatkan keberkahan di bulan Rajab, Anda bisa melakukan berbagai amalan sunnah, salah satunya adalah puasa.

Niat Puasa Ganti Ramadhan

Berikut ini bacaan niat puasa ganti Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Waktu membaca niat puasa qadha Ramadhan berbeda dengan puasa sunnah. Niat puasa qadha dilakukan mulai malam hari hingga sebelum terbit fajar, sebagaimana dijelaskan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’ sebagai berikut.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya: Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H, juz II).

Hukum Puasa Ganti Ramadhan

Menurut ulama-ulama Islam, puasa ganti Ramadhan memiliki hukum yang diperbolehkan atau disebut dengan qadha.

Hukum ini didasarkan pada berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan bahwa seseorang yang tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadhan karena sakit, perjalanan, atau kondisi tertentu, diperbolehkan untuk menggantinya di waktu yang lain.

Ulama sepakat bahwa puasa ganti ini wajib dilakukan, dan penundaan atau kelalaian dalam melaksanakannya tanpa alasan yang jelas dapat menjadi dosa.

Oleh karena itu, umat Islam diingatkan untuk melaksanakan puasa ganti secepat mungkin setelah mendapatkan kesempatan.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Ganti Ramadhan

Proses melaksanakan puasa ganti Ramadhan memiliki tata cara yang harus diikuti agar ibadah tersebut sah dan diterima. Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Niat Puasa: Sebagaimana puasa pada bulan Ramadhan, puasa ganti juga harus diawali dengan niat. Niat tersebut dapat dilakukan di dalam hati dan tidak perlu diucapkan.

2. Menghitung Jumlah Puasa yang Harus Diganti: Umat Islam yang tidak dapat berpuasa selama bulan Ramadhan perlu menghitung jumlah puasa yang harus diganti. Ini dapat dihitung berdasarkan jumlah hari yang tidak berpuasa selama bulan Ramadhan.

3. Pelaksanaan Puasa Ganti: Puasa ganti dapat dilakukan pada hari-hari tertentu yang diinginkan atau sekaligus dalam satu waktu. Ini memberikan fleksibilitas kepada umat Islam untuk menyesuaikan dengan jadwal dan keseharian mereka.

4. Mengakhirkan Puasa Ganti Sebelum Datangnya Ramadhan Berikutnya: Adalah penting untuk menyelesaikan puasa ganti sebelum datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Ini untuk menghindari tumpang tindih dengan puasa wajib pada bulan tersebut.

Umat Islam diimbau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai tata cara puasa ganti Ramadhan dari sumber yang terpercaya, seperti ulama atau lembaga keagamaan resmi.

Dengan menjalankan puasa ganti Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan tata cara yang benar, umat Islam diharapkan dapat meraih berkah dan keberkahan dari Allah SWT.

Puasa ganti ini menjadi wujud ketaatan dan rasa syukur terhadap nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan oleh Sang Pencipta.