Selain Makan dan Minum, Ada 7 Hal Bisa Membatalkan Puasa

  • Bagikan
Selain Makan dan Minum, Ada 7 Hal Bisa Membatalkan Puasa

Menit.co.id – Umat Islam resmi menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1442 Hijriah sejak Selasa 13 April 2021 kemarin. Seperti diketahui, berpuasa dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dan menjauhi segala yang membatalkan puasa.

Terkait puasa Ramadan, terdapat sejumlah hal yang bisa membatalkan puasa. Bukan hanya makan dan minum di siang hari dengan sengaja, tetapi juga berhubungan suami-istri pada siang hari hingga haid untuk perempuan.

Berikut ini 7 hal yang membatalkan puasa:

1. Makan dan minum dengan sengaja di waktu puasa
Puasa diartikan sebagai ibadah melawan hawa nafsu termasuk untuk tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Karena jika seseorang sengaja memasukkan sesuatu (makanan/minuman) ke dalam tubuhnya maka puasanya batal.

BACA : Fatwa MUI Hukum Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

2. Hubungan badan waktu puasa (di siang hari pada bulan Ramadan)
Umat muslim khususnya pasangan suami-istri dilarang untuk melakukan hubungan badan saat puasa karena akan membatalkan puasanya.

3. Haid/menstruasi dan nifas
Bagi perempuan yang sedang mengalami haid atau datang bulan, maka secara otomatis puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain. Hal yang sama juga berlaku untuk perempuan yang mengeluarkan darah akibat proses melahirkan.

4. Keluar air mani secara sengaja (masturbasi/onani)
Keluar air mani dengan sengaja membatalkan puasa. Namun jika keluar air mani dikarenakan mimpi, maka puasa tidak batal.

5. Murtad dari Islam
Seseorang melakukan ibadah puasa karena keyakinannya mengejar pahala ridho Allah SWT. Jika seseorang sudah mempersekutukan Allah maka puasanya tidak diterima karena sudah tergolong murtad.

6. Muntah disengaja
Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Lain halnya dengan muntah yang tidak di sengaja, seperti sakit maka hal ini tidak membatalkan puasa.

7. Mengalami gangguan jiwa
Seseorang yang kehilangan kesadaran, atau mengalami gangguan jiwa maka puasanya batal. Karena puasa hanya ditujukan untuk orang-orang beriman yang memiliki kesadaran dan akal sehat.

  • Bagikan