Semua Pahala Bisa Terhapus Ketika Kita Ucapkan Satu Kalimat Ini

  • Bagikan
Semua Pahala Bisa Terhapus
A young Bahraini Shiite Muslim girl reads the Koran, Islam's holy book, during the holy fasting month of Ramadan at a mosque in the village of Sanabis, west of Manama, on July 27, 2013. AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKH (Photo credit should read MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images)

Menit.co.id – Setiap amalan baik yang dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah. Meski begitu, Syekh Ali Jaber mengungkap bahwa semua pahala bisa terhapus manakala seseorang mengucapkan 1 kalimat ini.

Dikutip dari kanal Youtube religiOne, Syekh Ali Jaber sebelum membahas 1 kalimat yang dapat semua pahala bisa terhapus tersebut mengungkapkan bahwa Allah mengampuni setiap orang yang bertaubat.

Menurut Syekh Ali Jaber, Allah itu memiliki sifat Al-ghafur yang artinya Maha pemaaf, Maha Pengampun atau Penghapus Dosa.

“Termasuk Al Ghafur, Allah SWT Maha Pengampun, Maha Penghapus Dosa,” ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa sebesar apa pun dosa yang diperbuat maka Allah akan mengampuni hal tersebut.

Menurut Syekh Ali Jaber, memberi ampun adalah pekerjaan termudah bagi Allah. Oleh karena itu sebagai manusia tidak boleh meragukan ampunan dosa dari Allah. “Bahkan bagi Allah SWT termudah bagi Allah adalah mengampuni dosa kita,” ucapnya.

Meski begitu, sebagai manusia, kita juga tidak boleh terlampau sombong akan amalan baik yang telah dilakukan. Bahkan seseorang di zaman Nabi kata Syekh Ali Jaber ada yang dihapuskan semua pahalanya karena 1 hal yang dilakukan.

Dalam sebuah kisah kata Syekh Ali Jaber, ada seseorang sholeh yang menasihati saudaranya karena sering berbuat maksiat.

Orang sholeh tersebut menasihati orang tersebut untuk meninggalkan maksiat hingga tiga kali. Karena sifat manusiawi yang dimiliki, keluarlah kata-kata yang justru mengundang murka Allah. “Allah tidak akan mengampuni dosamu,” ucap Syekh Ali Jaber.

Satu kalimat ini lah semua pahala bisa terhapus menurut Syekh Ali Jaber.

“Ternyata yang sholeh ini karena ucapannya yang begitu salah dan (akibatnya) mendapatkan kemurkaan Allah, dialah yang terhapus kebaikannya, dan justru orang yang bermaksiat diampuni dosanya,” ucapnya.

Kemurkaan Allah tersebut terjadi dikarenakan seseorang meragukan Allah yang mampu memaafkan segala dosa yang diperbuat manusia, meski itu setinggi gunung dan sedalam lautan.

4 Tanda Bukti Allah SWT Murka kepada Hambanya

Seorang Muslim bisa terjebak pada empat keadaan berikut ini yang membuatnya tidak sadar bahwa itu sebetulnya adalah wujud kemurkaan Allah SWT pada dirinya.

Apa saja empat hal itu? Berikut ini adalah empat bentuk kemurkaan Allah SWT sebagaimana dilansir dari laman Mawdoo.

Pertama, penyebab datangnya kebencian di muka bumi itu ialah karena perbuatan buruk atau pelanggaran yang dilakukan seorang hamba, hingga perbuatan tersebut menjadi gunjingan banyak orang atau orang lain merasakan dampaknya.

Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari jalur Abu Hurairah RA. Nabi SAW bersabda:

إنَّ اللهَ، إذا أحبَّ عبدًا، دعا جبريلَ فقال: إنِّي أحبُّ فلانًا فأحِبَّه. قال فيُحبُّه جبريلُ. ثمَّ يُنادي في السَّماءِ فيقولُ: إنَّ اللهَ يُحبُّ فلانًا فأحِبُّوه. فيُحبُّه أهلُ السَّماءِ. قال ثمَّ يُوضعُ له القَبولُ في الأرضِ. وإذا أبغض عبدًا دعا جبريلَ فيقولُ: إنِّي أُبغِضُ فلانًا فأبغِضْه. قال فيُبغضُه جبريلُ. ثمَّ يُنادي في أهلِ السَّماءِ: إنَّ اللهَ يُبغِضُ فلانًا فأبغِضوه. قال فيُبغِضونه. ثمَّ تُوضعُ له البغضاءُ في الأرضِ

“Apabila Allah SWT mencintai seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril bahwa sesungguhnya Allah SWT mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka jibril mencintai hamba itu lalu Jibril berseru kepada penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka seluruh penduduk langit mencintai hamba itu, kemudian orang itu pun dijadikan bisa diterima oleh penduduk bumi.”

Dan jika Dia membenci seorang hamba, dia memanggil Jibril, dan berkata bahwa Allah SWT membenci hamba tersebut, jadi aku membencinya.

Maka Jibril membencinya lalu berseru kepada penduduk langit, bahwa Allah SWT membenci hamba itu. Maka mereka membencinya. Kemudian hamba tersebut dibenci penduduk bumi.”

Kedua, wujud kemurkaan Allah SWT pada seorang hamba, yaitu hamba tersebut cenderung terus berada dalam cintanya kepada sesuatu yang dibenci Allah SWT, sama seperti saat dia membenci apa yang dicintai Allah SWT.

Ketiga, hamba tersebut selalu berada dalam kesesatan, ketidaktaatan dan dosa, dan bergerak di antara dosa dan dosa. Hamba ini tidak bertobat dari semua hal buruk itu dan mati untuknya.

Keempat, tanda Allah SWT murka pada seorang hamba, yaitu hamba tersebut lalai dalam melaksanakan sholat wajib, tidak menjaganya atau melaksanakannya.

Ini bentuk kelalaian dalam melaksanakan sholat lima waktu. Hak-hak Allah SWT dan hamba-hamba-Nya pun lenyap, sehingga menjadi tidak peduli terhadap nasib di dunia dan akhirat.

  • Bagikan