Senator Bali Viral, Sosok Arya Wedakarna Jadi Sorotan Publik

Senator Bali Viral

MENIT.CO.ID – Senator Bali viral, Arya Wedakarna langsung jadi sorotan publik setelah potongan video yang isinya menyinggung penggunaan hijab untuk perempuan muslimah.

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna alias AWK menjadi sorotan setelah melontarkan ucapan yang dinilai rasis terhadap perempuan berhijab.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali buka suara soal masalah Senator Bali viral itu. Berikut adalah komentar dari MUI soal Senator Bali viral tersebut.

“Yang jelas MUI sangat prihatin dan kecewa dengan sikap dan perilaku AWK yang menurut MUI tidak pantas dilontarkan perkataan-perkataan seperti itu,” ungkap Ketua Harian Bidang Hukum MUI Bali, Agus Samijaya.

Secara substantif, lanjut Agus, ucapan senator asal Bali itu mengandung esensi sikap-sikap rasisme dan penistaan agama. Pasalnya, tidak ada satu pun instansi pemerintah yang membuat kebijakan larangan menggunakan hijab dalam bekerja atau masyarakat lokal di posisi front line.

“Di daerah lain pun tidak ada aturan orang lokal harus di depan dalam bekerja di instansi apapun. Menurut saya itu yang menyentuh dapat berpotensi mencederai kerukunan antar umat beragama di Bali,” terang pria asal Jawa Barat itu.

Pun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat Bali khususnya, tidak terprovokasi dengan pernyataan yang dilontarkan AWK.

Malah, Agus menduga itu hanya sebagai komoditas politik seorang Arya Wedakarna saja guna meningkatkan elektoral di Pemilu 2024.

“Jangan-jangan itu hanya digunakan sebagai komoditas politik untuk meningkatkan elektoralnya di Pemilu 2024 dengan mencari perhatian publik,” ungkap Agus.

Sebab, ia meyakini secara kerukunan dan toleransi umat beragama di Bali sudah terjalin sejak abad 13.

“Dia harus ingat bahwa Bali adalah bagian dari NKRI bukan terpisah. Semua warga umat apapun berhak bekerja di Bali dengan memegang prinsip-prinsip agama masing-masing,” ucapnya.

Oleh sebab itu, MUI Bali berpesan kepada Arya Wedakarna agar berhati-hati dalam berbicara dan bersikap. Sebab, ia dipandang sebagai tokoh publik dan wakil rakyat.

“Untuk menjaga marwah DPD RI dan ini kalau sampai terus berperilaku seperti itu ya tidak menutup kemungkinan kerukunan itu akan tercederai dan tercabik-cabik, dan ini sangat disayangkan jika terjadi,” tandas Agus.

Senator Bali Viral, Ini Klarifikasi Arya Wedakarna

Arya Wedakarna viral setelah beredar video potongan pernyataannya yang menolak staf penyambut tamu atau frontliner Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menggunakan penutup kepala. Arya mengatakan pernyataannya yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat itu dipotong oleh sejumlah pihak.

Dilihat detikcom, Selasa (2/1/2024), dalam video tersebut, terlihat Arya sedang berbicara kepada pihak bandara pada sebuah rapat.

“Saya nggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East. Enak aja di Bali. Pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pake,” kata Arya sebagaimana dalam video yang beredar.

Arya kemudian memberikan klarifikasi. Dia mengatakan pernyataan itu disampaikannya dalam rapat Komite I DPD RI utusan Provinsi Bali bersama jajaran Bandara Ngurah Rai, Bea-Cukai, dan juga instansi terkait di kantor Bandara Ngurah Rai pada 29 Desember 2023.

“Atas masukan dari para tokoh bangsa, maka saya senator DPD RI Arya Wedakarna dengan ini menyampaikan beberapa hal meluruskan, mengklarifikasi, terkait dengan beredarnya potongan dari rapat kerja kami selaku Komite I Bidang Hukum DPD RI utusan Provinsi Bali. Yang pertama adalah terkait dengan adanya pertemuan rapat dengar pendapat bersama dengan jajaran airport Ngurah Rai, Bea-Cukai, dan juga instansi terkait yang bertempat di kantor airport Ngurah Rai pada tanggal 29 Desember 2023, yang di mana dalam rapat itu kami menindaklanjuti di masa reses, masa sidang bulan Desember 2023 sebagai amanat konstitusi,” kata Arya dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram.