Siapa Imam Mahdi Menurut Alquran? Seorang Khalifah Penyelamat Umat Akhir Zaman

Imam Mahdi Menurut Alquran

MENIT.CO.ID – Imam Mahdi menurut Alquran adalah seorang pemimpin muslim biasa yang diberi petunjuk dan dipilih oleh Allah untuk dijadikan khalifah.

Menurut Alquran, Imam Mahdi adalah sosok pemimpin atau khalifah yang bisa menyelamatkan umat di akhir zaman dari kesengaraan dan kezaliman sebelum kiamat datang.

Imam Mahdi adalah gelar yang diberikan pada seseorang. Dalam Al-Qur’an dan hadis, sosok Imam Mahdi bisa dikenali atau diamati secara fisik. Imam Mahdi berkulit putih, dahinya lebar, dan berhidung mancung.

“Al-Mahdi dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan kekejaman sebelumnya. Dia akan berkuasa selama tujuh tahun”. (HR. Daud 3736)

Sosok Imam Mahdi adalah pemimpin bijaksana, dermawan, dan berjiwa patriotisme. Dalam beberapa riwayat, ada yang menyebutkan sosok Imam Mahdi akan mirip dengan Nabi Muhammad SAW.

Imam Mahdi Menurut Alquran

Imam Mahdi dalam ajaran Islam dianggap sebagai figur penyelamat yang muncul pada akhir zaman, menjelang hari kiamat. Menurut Al-Qur’an dan hadis, Imam Mahdi diharapkan akan memimpin umat Nabi Muhammad SAW selama tujuh atau sembilan tahun.

Rasulullah SAW bersabda melalui Abu Said al-Khudri:

“Dia akan menjadi pemimpin bagi umatku selama tujuh atau sembilan tahun. Pada masa itu, umatku akan menikmati kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.” (HR. Ibnu Majah 4073)

Secara etimologis, dalam karya “Kamus Ilmiah Populer” oleh Achmad Maulana, istilah Imam Mahdi berasal dari “Imam”, yang berarti pemimpin dalam sholat, dan “Mahdi”, yang bermakna pelindung atau penunjuk jalan.

“Telah disampaikan kabar gembira tentang Al-Mahdi yang diutus Allah kepada umatku di saat mereka menghadapi pertikaian di antara sesamanya dan bencana-bencana. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan tirani dan kezaliman.” (HR. Ahmad 10898)

Imam Mahdi dipandang sebagai sosok penjelmaan keselamatan di akhir zaman, yang akan membebaskan manusia dari penderitaan, kekejaman, dan ketidakadilan dunia. Dia diharapkan membawa perdamaian dan kebahagiaan selama keberadaannya di dunia.

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi), maka berbai’atlah padanya, bahkan jika kalian harus merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR. Abu Dawud 4074)

Kehadiran Imam Mahdi menurut ajaran Islam, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis, akan disertai dengan tiga peristiwa penting dan bersejarah bagi umat manusia. Kemunculan Imam Mahdi akan dimulai ketika terjadi perselisihan yang berlarut-larut setelah kematian seorang pemimpin suatu negara.

Selanjutnya, akan ada seorang laki-laki (yang disebut Imam Mahdi) yang dipaksa untuk melakukan bai’at di depan Ka’bah. Tanda akhir kemunculan Imam Mahdi adalah ketika ada pasukan yang ditugaskan untuk menangkapnya, maka Allah SWT akan membenamkan mereka semua kecuali satu atau dua orang yang akan memberi tahu tentang hal itu.

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR. Abu Dawud 3737)

Tanda Kemunculan Imam Mahdi

Berikut tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi menurut Alquran yang diyakini oleh umat Islam:

1. Muncul di Akhir Zaman, Saat Bumi Terguncang

Imam Mahdi diperkirakan akan muncul ketika bumi dilanda kerusakan di akhir zaman. Waktu pasti hari kiamat adalah rahasia Allah SWT. Namun, tanda-tanda menunjukkan bahwa akhir dunia akan ditandai dengan kerusakan yang meluas. Ini termasuk bencana alam seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, serta konflik dan perang yang tak berujung. Di saat seperti itulah Imam Mahdi dipercaya akan muncul.

2. Umat Islam Tergeser ke Pinggiran

Pada akhir zaman, umat Islam diprediksi akan mengalami kondisi terpinggirkan seperti awal mula munculnya Islam. Kehadiran Imam Mahdi diharapkan untuk mengembalikan umat manusia ke jalan kebenaran.

3. Kemunculan Bintang Berekor

Salah satu tanda dekatnya kiamat adalah kemunculan bintang berekor. Apabila ini terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lainnya, kemungkinan besar Imam Mahdi akan segera muncul.

Dalam riwayat Ibnu Jarir dan Abdullah bin Abu Malikah, disebutkan: “Suatu pagi, saya mengunjungi Ibnu Abbas. Beliau mengatakan: ‘Tadi malam, saya tidak bisa tidur sampai pagi.’ Saya bertanya: ‘Mengapa?’ Beliau menjawab: ‘Karena orang-orang mulai berbicara tentang munculnya bintang berekor, dan saya khawatir akan kedatangan asap (dukhan) yang sudah dijanjikan, sehingga saya tidak bisa tidur sampai pagi.’”

4. Sungai Eufrat Mengering

Dalam hadis Muslim, disebutkan bahwa salah satu tanda menjelang kiamat adalah sungai Eufrat akan kering, sementara peperangan merajalela di seluruh dunia.

“Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan menilik tanda-tanda ini, umat Islam mengharapkan kedatangan Imam Mahdi sebagai tanda kebenaran dan keadilan akan kembali memerintah dunia.