Tata Cara Sholat Ghaib Sesuai Ajaran Islam

Tata Cara Sholat Ghaib

MENIT.CO.ID – Tata cara sholat ghaib sesuai ajaran Islam bisa kamu temukan melalui artikel ini. Yuk simak informasi dari mulai niat dan bacaan shalat ghaib.

Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat atau MUI Jabar merilis seruan mengerjakan sholat ghaib untuk putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz.

“Iya, menyerukan di tingkat khususnya Jawa Barat itu segera melaksanakan sholat ghaib. Kebetulan kan Jumat, momentum setelah atau sebelum (salat Jumat) silakan sholat ghaib,” ucap Ketua MUI Jabar KH Rachmat Syafei, Jumat 3 Juni 2022.

Rachmat menuturkan, seruan ini juga didasarkan atas kesepakatan bersama pihak keluarga Ridwan Kamil yang sudah bertemu dengan MUI Jabar.

Menurut penuturan Rachmat, Ridwan Kamil dan istrinya menyatakan sudah ikhlas terkait kondisi Eril.

Untuk menindaklanjuti seruan MUI Jabar, Pemerintah Provinsi Jabar pun mengeluarkan Surat Edaran Sekretariat Daerah Jabar dengan nomor 14/KB.03.03.04/KESRA.

Surat tersebut berisikan permintaan kepada seluruh masjid di Jabar untuk menggelar sholat ghaib.

Salat ghaib sendiri adalah sholat yang biasa dilakukan umat Islam untuk jenazah tanpa ada kehadiran fisik jenazah di hadapannya.

Sholat ghaib menjadi pilihan ketika sholat jenazah tidak bisa dilakukan, seperti kasus Eril yang tubuhnya masih dalam proses pencarian di Sungai Aare.

“Jadi, sholat ghaib adalah salat jenazah itu sendiri namun dengan niat yang berbeda. Pelaksanaan sholat ghaib sama dengan sholat jenazah,” tulis Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha.

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Ghaib

1. Niat sholat ghaib laki-laki

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلّهِ تَعَالى

Bacaan latin: Usholli alalmayyiti (fulaan) alghoo’ibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat mengerjakan sholat untuk mayit (nama) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta’ala.

2. Takbir pertama yang dilanjutkan membaca surah Al Fatihah

3. Takbir kedua yang dilanjutkan membaca sholawat Nabi

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan latin: Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa shollaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamidun majiid.

Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.

Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.”

4. Takbir ketiga membaca doa untuk mayit

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Bacaan latin: Allaahummaghfir la-hu warham-hu waafi-hi wafu’an-hu, wa akrim nuzuula-hu, wawassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-hu minal danasi, wa abdil-hu daaran khairan min daari-hi, wa ahlan khairan min ahli-hi, wa zaujan khairan min zau-ji-hi, waqi-hi fitnatal qabri wa’adzaban naari

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

5. Takbir keempat membaca doa untuk keluarga yang di tinggal mayit

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Bacaan latin: Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. Waliikhwaninalladzinasabaquunabiliimaani walaa taj’al fii quluubina ghillallilladzina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim

Artinya: “Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.”

6. Salam dengan menengok kanan lebih dulu

Seusai mengamalkan bacaan sholat ghaib dengan tepat, mengutip buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap oleh Moh Rifa’i dan Muhammad Isa Dawud.

Dapat melanjutkan dengan membaca surah Al Fatihah secara bersama-sama. Kemudian imam akan memimpin membaca doa setelah sholat jenazah.

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS