5 Janda Sekap 1 Pria di Agam Sumatera Barat, Ini Fakta Sesungguhnya!

5 Janda Sekap 1 Pria di Agam Sumatera Barat. (Foto Tribunnews)

MENIT.CO.ID – Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan beredarnya video 5 janda sekap 1 pria muda di Agam, Sumatera Barat.

Benarkah video yang viral di media sosial tentang 5 janda sekap 1 pria muda di Agam Sumatera Barat? Berikut ini fakta sesungguhnya.

Kabid Tibum-Tranmas Satpol PP Agam, Provinsi Sumatera Barat, Yul Amar, memberikan klarifikasi terkait video yang menyebut 5 janda sekap 1 pria.

“Itu tidak benar kabar yang beredar di media sosial. Faktanya, pria tersebut berusia 28 tahun, sementara lima wanita terdiri dari 3 anak di bawah umur dan 2 dewasa,” katanya dikutip, Kamis (16/5/2024).

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah berulang kali di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan warganet di seluruh Indonesia.

Adapun video tersebut di unggah oleh salah satu akun, yaitu @paitakajuik, telah mendapatkan tanggapan yang cukup besar, dengan hampir 700 tanggapan dan dibagikan sebanyak 169 kali di Instagram.

Narasi yang mereka tulis mengisahkan tentang penggerebekan lima janda yang diduga menyekap seorang pria di bawah umur di Agam.

“Nekat kurung seorang pria yang masih dibawah umur 5 orang janda digrebek warga Sikabu Kampung Tangah Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam yang sudah resah, Kamis 10/5/2024.”

“Demi keamanan serta meminta keterangan 5 orang janda dan satu brondonk tersebut satpol PP Agam membawa mereka ke Kantor Satpol PP Agam”

Namun, Yul Amar membantah bahwa lima wanita yang disebut janda dalam video tersebut tidak semuanya janda, karena masih ada yang berusia di bawah umur.

Dari lima wanita tersebut, ada tiga di antaranya masih di bawah umur, yaitu R (16 tahun), C (16 tahun), dan AN (16 tahun). Sedangkan dua lainnya adalah R (19 tahun) dan M (29 tahun).

“Sedangkan dua perempuan lagi yaitu R (19) dan M (29),” katanya. Selain itu, Yul Amar juga membantah bahwa pria yang diduga disekap masih di bawah umur.

Pria tersebut, dengan inisial ES, sebenarnya berusia 28 tahun. Meskipun begitu, pihak berwenang belum dapat memastikan bagaimana penanganan lima wanita dan satu pria tersebut setelah mereka diamankan.

Masyarakat dan perangkat nagari meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti untuk memberikan efek jera.

Namun, hingga saat ini, belum ada respons dari perangkat nagari terkait penyelesaian kasus tersebut. “Kita sudah kontak perangkat nagari tapi belum ada respon,” jelasnya.

“Soalnya penyelesaiannya diminta masyarakat melalui peraturan nagari. Makanya kami serahkan ke nagari,” pungkasnya dikutip dari Tribunnews.