Bipang Ambawang Mendadak Viral Usai Dipromosikan Presiden Jokowi

  • Bagikan
Bipang Ambawang Mendadak Viral Usai Dipromosikan Presiden Jokowi

Menit.co.id – Bipang Ambawang, Kalimantan Barat mendadak viral usai dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah video. Bipang Ambawang diketahui merupakan merek usaha kuliner olahan babi khas Kalbar.

Bipang bukan hanya babi panggang saja, namun ada juga kue bipang yang terbuat dari beras. Kendati demikian, bipang yang dipromosikan Jokowi dalam video tersebut dinarasikan bipang Ambawang yang merujuk kepada babi panggang.

Bipang Ambawang sendiri tercatat sebagai merek dagang dari usaha kuliner olahan babi. Dikutip dari dokumen berita resmi merek Seri-A 01 September 2020, merek Bipang Ambawang pertama kali didaftarkan sebagai merek pada 26 Agustus 2020.

Merek ini didaftarkan atas nama pemohon Juniarto. Bipang Ambawang sendiri menjual berbagai makanan berbahan dasar babi, dari mulai babi putar, daging babi asap, irisan daging babi, lemak babi hingga makanan ringan daging babi.

Namun Bipang Ambawang juga menjual makanan olahan lain seperti keripik kentang garing, keripik sayuran, makanan ringan daging sapi hingga makanan ringan berbasis kacang-kacangan.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengunggah foto Bipang kue beras lewat akun Instagramnya. Dia menulis bipang adalah kue beras kesukaannya.

“Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini hit sampai sekarang. Terimakasih ~,” tulis Fadjroel.

Dilihat detikcom, Sabtu (8/5/2021), potongan video Jokowi soal bipang Ambawang itu diunggah oleh akun Twitter @BossTemlen. Video itu telah di-retweet ribuan kali.

Narasi pada caption video tersebut mempertanyakan mengapa Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat Lebaran. Bipang ini dnarasikan sebagai babi panggang yang haram bagi umat muslim. Meskipun ada pula bipang yang terbuat dari beras.

Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021.

Video bertajuk ‘05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia’ itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

Selain Jokowi, ada sejumlah menteri yang juga berbicara dalam video tersebut. Jokowi pun awalnya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah melarang mudik Lebaran demi keselamatan warga.

“Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama,” kata Jokowi dalam video tersebut.

Dia lantas mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara daring. Salah satu yang dia sebut ialah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.

“Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” ujar Jokowi.

Mendag Minta Maaf dan Jelaskan Konteks Promosi Kuliner

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengklarifikasi pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal Bipang Ambawang.

Pernyataan tersebut ramai di media sosial karena Jokowi menyebut babi panggang asal Pontianak, Kalimantan Barat itu sebagai salah satu kuliner khas daerah yang juga biasa dibawa untuk oleh-oleh mudik.

“Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal,” ujar Lutfi lewat keterangan video, Sabtu, 8 Mei 2021.

Ia menjelaskan, pernyataan Jokowi itu ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku agama dan budaya kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Pidato itu disampaikan dalam video rangka peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan.

“Jadi sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang memang sangat beragam, tentu kuliner tersebut dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat yang beragam pula,” ujar Lutfi.

Ia menyebut, Kemendag selaku penanggungjawab acara tersebut meminta maaf jika pernyataan itu menyebabkan kehebohan.

“Kami memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan bapak presiden, kami meminta maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin kita semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk kuliner khas daerah, serta menghargai keberagaman bangsa kita,” ujar dia.

  • Bagikan