Status Crazy Rich Bandung Doni Salmanan Runtuh

Crazy Rich Bandung Doni Salmanan

Menit.co.id – Status Crazy Rich Bandung yang tersemat pada Doni Salmanan telah runtuh. Puncaknya setelah penahanan terhadapnya oleh Bareskrim Polri.

Doni Salmanan sendiri selema ini menyandang Status Crazy Rich Bandung. Harta melimpah dan kedermawanan kepada orang lain membuat namanya melambung.

Kini Status Crazy Rich Bandung Doni Salmanan sudah runtuh dan tidak ada lagi. Seluruh aset hartanya dalam penelusuran Bareskrim Polri untuk di sita.

Pada berita sebelumnya, Polisi menduga Doni Salmanan dapat untung 80 persen dari kekalahan para anggota aplikasi berkedok trading binary option Quotex.

Sekarang Doni Salmanan resmi di tahan Bareskrim Polri, atas dugaan kasus penipuan, berita bohong dan tindak pidana pencucian uang.

Penegasan ini di sampaikan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, usai melakukan pemeriksaan Doni Salamanan, Selasa (8/3) malam.

Kasubdit I Direktorat Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol, mengatakan setelah menjalani pemeriksaan dari penyidik DS langsung di lakukan penahanan.

“Dapat 80 (persen) dari kekalahan (anggota lain Quotex),” kata Reinhard kepada wartawan, Selasa (8/3/2022) malam.

Reinhard mengatakan, Doni menyampaikan berita bohong dengan menjanjikan para anggotanya kemenangan jika bermain dengannya di aplikasi Qoutex.

Duduk Perkara Crazy Rich Bandung Doni Salmanan

Padahal, menurut Raimhard, tidak pernah ada anggota lain yang menang di aplikasi itu.

“Dia kan memberikan berita bohong bahwa mainlah dengan saya, terus dari video-video ya itu sebenarnya menjebak orang supaya main dan pada kenyataannya enggak ada yang pernah menang,” lanjut dia.

Reinhard juga menjelaskan, para anggota di ajak bergabung ke akun Telegram dan bermain dengan kode referal milik Doni.

Menurut dia, setidaknya ada sekitar 25.000 anggota aktif di grup Telegram yang di duga bermain Qoutex dengan menggunakan kode referal milik Doni Salmanan.

“Kalau di Telegram ada 25.000 anggota. Itu bisa indikasi (aktif) karena 25.000 artinya yang ikut referal sama dia. Karena ikut sama dia pasti gabung Telegram itu,” ujarnya.

Di ketahui, Doni di laporkan oleh seorang berinisial RA pada tanggal 3 Februari 2022 atas dugaan judi online dan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik.

Kemudian dia juga di laporkan atas dugaan penipuan perbuatan curang atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Polisi akhirnya secara resmi menahan Doni setelah menjalani serangkaian pemeriksaan selama 13 jam pada Selasa kemarin.

Doni di jerat Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elekrronik (ITE). Pasal 378 KUHP. Pasal 3 Ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Doni pun terancam kurungan maksimal 20 tahun penjara atas perbuatannya.