Gara-gara Bayi Perempuan Bikin Dokter Aucky Diugat Pasien

Ilustrasi Periksa ke Dokter. ©2015 Merdeka.com

Menit.co.id – Dokter ahli Andrologi bidang Assisted Reproductive Technology (ART), Aucky Hinting Phd SP And yang digugat pasiennya, seorang pasangan suami istri yakni Tommy Han dan Evelyn Saputra, gara-gara melahirkan bayi perempuan, akhirnya angkat bicara.

Dia menjelaskan, bahwa penanganan yang dilakukannya itu sudah sesuai prosedur medis dan standar dokter. Sebab sebelum dilakukan penanganan, seperti yang dilakukan pasien Tommy Han dan Evelyn Saputra, dokter Aucky Hinting sudah menjelaskan semua.

“Waktu datang pertama kali pasien itu anaknya masih bayi. Saya masih ingat betul, datang pertama kali itu bulan November 2014,” terang dokter Aucky Hinting dalam keterangan tertulis, Senin (24/7).

Di kedatangan pertama tersebut, Tommy Han dan Evelyn Saputra melakukan konsultasi program hamil. Dokter Aucky Hinting pun menjelaskan bahwa di tempatnya itu ada program bayi secara normal, sistem inseminasi, dan bayi tabung.

“Tapi si pasien itu ingin program bayi dan menginginkan bayi laki-laki. Tapi saya tolak, karena sudah punya anak dan anaknya masih kecil, jadi harus menunggu satu tahun lagi,” ucapnya.

Sudah mendapatkan alasan tersebut, seiring berjalannya waktu Tommy dan istrinya Evelyn kembali mendatangi dokter Aucky Hinting di bulan April, Mei dan Juni pada tahun 2015 untuk melakukan konsultasi kembali.

Lagi-lagi dokter yang sudah praktik di bidang Andrologi selama 30 tahun itu kembali menjelaskan, bahwa di tempatnya itu ada program bayi normal, inseminasi dan bayi tabung.

Ternyata, kedua warga Perumahan Galaxy Bumi Permai, Surabaya tersebut menginginkan bayi tabung. “Orang itu sendiri yang ingin bayi tabung, bukan saya yang merayunya dan mengajak agar memilih untuk melakukan program bayi tabung,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Dokter Aucky juga sudah menjelaskan, bahwa meski didukung sentuhan teknologi, program tersebut masih memiliki tingkat kegagalan 15 persen.

Di mana berdasarkan pemeriksaan kromosom pada embrio janin, serta hasil tes laboratorium, bahwa ditemukan kromosom X dan Y yang artinya ada potensi bayi laki-laki pada kandungan pasiennya.

Dari hasil tes tersebut, dokter Aucky Hinting dan pasiennya sepakat melakukan program bayi tabung. Namun hasil program bayi tabung tersebut di luar espektasi pasangan pasien, yang lahir bayi perempuan.

“Saya sudah sampaikan kepada calon pasien tentang risiko kegagalan itu, karena kami sifatnya hanya membantu. Hasilnya Tuhan yang menentukan,” jelasnya.

Lantaran bayi yang dilahirkan perempuan, Tommy dan istrinya mengambil jalur hukum dengan melaporkannya di kantor polisi dan gugatan, baik secara pidana dan perdata.

Namun di jalur pidana, Kepolisian sempat menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dalam kasus ini. Tetapi dari kuasa hukum Tommy melanjutkan kasusnya ke ranah perdata, dengan mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya.

(mdk/mdk)