Hindari Virus Corona, Presiden Jokowi dan Menteri Rapat Secara Telekonference

    Senin, 16 Maret 2020 - 13:32 Editor : Redaksi Dibaca : 185 Views

    Menit.co.id Kendati wabah virus Corona mengalami peningkatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan anggota kabinet tetap bekerja seperti biasa. Hari ini, Senin (16/3/2020) Presiden dan Wakil Presiden Ma’ruf Amien menggelar rapat tebatas dengan jajaran menteri kabinet melalui telenconference atau jarak jauh.

    Rapat terbatas ini disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung melalui media Instagram miliknya. “Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan Wapres Kiai Ma’ruf Amin dan diikuti 41 anggota kabinet membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus Corona,” kata Pramono, Senin (16/3/2020).

    Ratas terbatas melalui sambungan teleconference ini bisa dibilang perdana dilakukan Presiden Jokowi setelah penyebaran virus corona meluas. Terlebih setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terpapar virus ini.

    Sebelumnya, Anggota Menteri Kabinet juga melakukan pemeriksaan ke RSPAD Gatot Subroto untuk memastikan ada tidaknya virus ini di tubuh mereka. Di saat bersamaan, Jokowi juga telah menggelar jumpa pers

    Hingga berita ini diturunkan, informasi Pramono ini telah disukai lebih dari 1.389 orang.

    Penentuan Tingkat Kedaruratan Corona Diserahkan ke Kepala Daerah

    Kepala daerah diseluruh Indonesia, diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), menentukan sendiri tingkat kedaruratan Corona, Covid-19, dimasing-masing daerahnya.

    Penentuan kedaruratan di konsultasikan terlebih dahulu kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Kemudian juga terus berkonsultasi dengan BNPB untuk menetukan status daerahnya. Siaga darurat, ataukah tanggap darurat bencana non-alam,” katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/3/2020).

    Dia mengatakan penyerahan ini karena kondisi masing-masing daerah berbeda. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. “Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajadnya bervariasi antar daerah,” ungkapnya.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta daerah untuk terus memonitor kondisi daerah. Dia juga meminta agar daerah terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi. “Kemudian menunda kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang,” ujarnya.

    Jokowi pada kesempatan itu juga tidak menyampaikan adanya keputusan lockdown. Jokowi hanya menyebut bahwa beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih dulu memang melakukan lockdown.

    “Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lockdown namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19 ini,” tuturnya.

    Lebih lanjut pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO. Termasuk menggunakan protokol kesehatan WHO dan berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 ini.

    “Pemerintah juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai oleh kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional kita. Baik pusat maupun daerah melibatkan ASN, TNI dan Polri serta melibatkan dukungan dari Swasta, Lembaga Sosial dan Perguruan Tinggi,” katanya.

    Sumber: sindonews.com



    Komentar Pembaca:

    Menit.co.id sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.