Ismail Bolong Bikin Gaduh Institusi Polri

Ismail Bolong

Menit.co.id – Ismail Bolong merupakan mantan anggota Polri yang sekarang bekerja sebagai pengepul tambang batu bara ilegal bikin gaduh Institusi Polri.

Rekaman video testimoni Ismail Bolong viral di media sosial. Ia mengaku menyetor uang Rp6 miliar ke Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Angka yang tak sedikit keluar dari mulut Ismail Bolong seperti rekaman video yang viral di media sosial itu langsung membuat gaduh institusi Polri.

Seluruh publik Indonesia isi kepalanya langsung tertuju ke institusi Polri, terkait video testimoni Ismail Bolong, mengaku telah menyetor hasil ilegalnya ke Kabareskrim Polri.

Setelah viral dan membuat gadus, Ismail Bolong memberikan klarifikasi dan mencabut testimoninya yang mengaku menyetor uang hasil pengepulan ilegal penambangan batu bara ke Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.

Mantan anggota Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, itu mengaku ditekan Brigjen Hendra Kurniawan, yang saat itu menjabat Karo Paminal Divpropam Polri, untuk membuat video testimoni tersebut.

Video klarifikasi Ismail Bolong ini didapatkan detikcom dari Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud turut menyampaikan bahwa Ismail Bolong telah meralat pengakuannya menyetor Rp 6 miliar ke Kabareskrim.

“Terkait video Ismail Bolong bahwa dirinya pernah menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim, maka setelah diributkan Ismail Bolong meralat dan mengklarifikasi,” kata Mahfud MD, Minggu (6/11).

Dalam video itu, Ismail menegaskan bahwa apa yang ia sampikan sebelumnya tidak benar. Dia menegaskan tidak mengenal Kabareskrim dan tidak pernah memberikan uang kepada petinggi Polri itu.

Ismail Bolong mengatakan bahwa saat itu di tekan oleh Brigjen Hendra Kurniawan. Dia mengaku di ancam agar memberikan testimoni terkait Kabareskrim menerima setoran uang darinya.

“Untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan dari Pak Hendra, Brigjen Hendra, pada saat itu saya berkomunikasi melalui HP anggota Paminal dengan mengancam akan di bawa ke Jakarta kalau nggak melakukan testimoni,” kata Ismail.

Ismail Bolong mengaku saat itu dirinya di bawa ke sebuah hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh Paminal Polri.

Kala itu, kata dia, dia di sodori sebuah kertas yang berisikan testimoni mengenai Kabareskrim Polri dan kemudian direkam menggunakan handphone.

“Jadi saya mengklarifikasi. Saya nggak pernah memberikan uang kepada Kabareskrim apalagi pernah saya ketemu Kabareskrim,” kata Ismail, mengutip detikcom.

Ismail Bolong mengaku di telepon tiga kali oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang saat ini duduk di kursi pesakitan lantaran didakwa menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Melalui telepon itu, Ismail Bolong mengaku diminta Brigjen Hendra untuk membaca testimoni yang sudah disediakan.

“Saya ditelepon oleh pak Hendra tiga kali melalui HP salah satu HP Paminal Mabes. ‘Kamu harus bikin testimoni’ katanya. Saya tidak bisa bicara pada saat itu masih di Polda pada saat itu. Akhirnya dipindah di hotel sudah ada kertas untuk membaca,” ungkapnya.

Atas hal itu, Ismail Bolong pun menyampaikan permohonan maaf kepada Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. “Jadi saya mohon maaf kepada Pak Kabareskrim atas berita viral yang ada sekarang,” ucap Ismail.