Kakak Asuh Ferdy Sambo, Penasihat Hukum Membantah

Kakak Asuh Ferdy Sambo
Satu tahun di Polda Metro Jaya, Ferdy ditarik ke Mabes Polri untuk mengisi jabatan Kepala Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal dengan pangkat Komisaris Besar. Lalu, pada 8 November 2019, Kepala Polisi Jenderal Idham Azis mengangkat Ferdy sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Pangkatnya naik menjadi Brigadir Jenderal. ANTARA

Menit.co.id – Penasihat hukum Ferdy Sambo membantah dugaan kakak asuh Ferdy Sambo yang ikut intervensi dalam kasus yang menimpa kliennya.

Sebagaimana publik ketahui, Guru besar politik dan keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai Ferdy Sambo masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Ia percaya dalam proses hukum kasus pembunuhan terhadap Brigadi Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ada kekuatan dari kakak asuh.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, membantah adanya kakak asuh Ferdy Sambo.

Muradi awalnya menyampaikan perbedaan kartun rekonstruksi dengan tayangan langsung rekonstruksi pembunuhan Yosua.

Dia mengatakan ada upaya Ferdy Sambo untuk memperingan hukuman dengan menolak telah melakukan penembakan saat rekonstruksi digelar beberapa waktu lalu.

“Kartun rekonstruksi itu kan Bareskrim menyatakan ada FS menembak dua kali. Tapi kan begitu rekonstruksi ditolak bahwa dia tidak menembak dan dia tidak mengatakan ada upaya kemudian meminta Brigadir E untuk melakukan penembakan, bahasanya kan bukan menembak, hajar, hajar kan gitu,” kata Muradi.

“Saya kira kemudian muncul ada upaya dari FS ini untuk memperingan hukuman seolah-olah dia tidak mengarahkan upaya pembunuhan atau penembakan tadi. Di situ saja saya merasa, dia masih merasa confidence ada dukungan dari kakak asuh maupun adik asuh,” lanjutnya.

Muradi tidak menyebut siapa sosok kakak asuh dan adik asuh yang dimaksud. Namun dia menyampaikan kakak asuh tersebut berperan penting dalam karier Ferdy Sambo sampai melejit menjadi bintang dua.

“Dari mulai naik bintang satu, bintang dua, itu kan kakak asuhnya yang melakukan itu. Lumayan banyak (kakak asuh dan adik asuh), ada bintang dua, bintang satu yang aktif. Ada yang sudah pensiun ada, tapi kan nggak terlalu berpengaruh juga (terhadap perkara),” ujarnya.

Muradi mengatakan hanya mengingatkan adanya beking Ferdy Sambo dari kakak asuh dan adik asuh agar proses hukum kasus pembunuhan Brigadir Yosua tidak menimbulkan perlawanan.

Menurutnya, dengan Ferdy Sambo mengubah BAP, sama dengan melakukan perlawanan.

“Paling tidak langkahnya harus sistematis, sehingga beberapa orang yang di anggap kakak asuh-adik asuh itu kemudian bisa kembali fokus pada organisasi, bukan orang per orang,” katanya.

“Bahasanya kan bisa di mutasi dulu supaya tidak melakukan manuver untuk memperkuat perlawanan dari FS. Ya di mutasi atau di-grounded dululah 3 bulan (atau) 6 bulan. Kalau prosesnya berjalan dan terbukti tidak punya keterlibatan aktif, dikembalikan lagi ke posisi,” ucapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS