Keindahan Pulau Kunti Sukabumi yang Tak Lagi Bisa Dinikmati Wisatawan

Keindahan Pulau Kunti Sukabumi

MENIT.CO.ID – Pesona alam Sukabumi tak henti-hentinya menggoda wisatawan. Salah satunya, Pulau Kunti yang sempat menjadi primadona dengan keindahan pantainya yang berpasir putih, air laut jernih, dan tebing-tebing kokoh nan eksotis.

Sayangnya, sejak awal tahun 2024, Pulau Kunti resmi ditutup untuk kunjungan wisatawan maupun masyarakat lokal.

Meski tak lagi bisa dikunjungi, keindahan Pulau Kunti tetap membekas. Dulu, para pengunjung dapat bersantai di bawah teduhnya pepohonan, bermain air di pantai, snorkeling untuk melihat terumbu karang, hingga menjelajahi Gua Jodoh yang menyimpan mitos menarik.

Penasaran seperti apa pesona Pulau Kunti yang kini terlarang? Berikut sekilas gambarannya:

  • Pantai Pasir Putih: Hamparan pasir lembut berwarna putih bersih menjadi daya tarik utama. Air lautnya yang jernih dan tenang serta ombaknya yang bersahabat ideal untuk bermain maupun berenang.
  • Tebing Batu Unik: Tebing-tebing Pulau Kunti terbentuk dari batuan vulkanik yang kokoh dan terpahat alami oleh ombak. Beberapa tebing membentuk formasi unik seperti Goa Kelinci dan Goa Jodoh.
  • Gua Jodoh: Mitos yang beredar menyebutkan bahwa memasuki gua ini dapat mempercepat mendapatkan jodoh. Terlepas dari mitosnya, gua ini menawarkan suasana mistis dan keindahan stalaktit serta stalagmit alami.
  • Keanekaragaman Hayati: Pulau Kunti menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Hutannya yang lebat menjadi rumah bagi elang Jawa, rusa, dan beragam burung. Ekosistem bawah lautnya pun tak kalah kaya dengan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni.

Penutupan Pulau Kunti didasari oleh beberapa faktor, salah satunya demi menjaga kelestarian alam dan keselamatan pengunjung. Erosi pantai yang semakin parah serta potensi bahaya akibat gempa bumi dan tsunami menjadi alasan utama penutupan ini.

Meskipun tak bisa lagi dikunjungi secara langsung, keindahan Pulau Kunti tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Sukabumi yang patut diingat dan dilestarikan.

Semoga dengan adanya larangan ini, ekosistem Pulau Kunti dapat pulih dan keindahannya dapat dinikmati kembali oleh generasi mendatang.