Kejagung Periksa GM Pelindo Pekanbaru dan Dumai Terkait Dugaan Korupsi Importasi Gula PT SMIP

Kejagung Periksa GM Pelindo Pekanbaru dan Dumai

MENIT.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil General Manager (GM) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Pekanbaru berinisial AIP dan GM Pelindo Dumai berinisial JG untuk diperiksa terkait dugaan korupsi dalam importasi gula oleh PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) pada periode 2020 hingga 2023.

Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejagung di Jakarta, pada Senin (13/05/2024). “Mereka diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula oleh PT SMIP,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana.

Selain AIP dan IG, jaksa penyidik juga memeriksa JPSDW, Kepala Seksi Kawasan Berikat, Subdit Tempat Penimbunan Berikat, Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea Cukai, serta JIA, Direktur PT SMIP. Ketut menyatakan bahwa keterangan para saksi digunakan untuk melengkapi berkas perkara Direktur PT SMIP berinisial RD. “Untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara ini,” tambah Ketut.

RD telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (28/3/2024). Sehari sebelumnya, RD dijemput paksa oleh tim Kejagung di Pekanbaru karena beberapa kali mangkir. RD diduga memanipulasi data importasi gula kristal mentah dengan memasukkan gula kristal putih. “Terdapat penggantian karung kemasan seolah-olah mengimpor gula kristal mentah untuk kemudian dijual di pasar dalam negeri,” jelas Ketut.

Tindakan RD tersebut melanggar Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan Menteri Perindustrian serta peraturan perundang-undangan lainnya. Negara diduga mengalami kerugian finansial akibat kegiatan importasi gula yang dilakukan oleh PT SMIP. RD disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

PT SMIP memiliki pabrik gula terintegrasi dengan kebun tebu di daerah perbatasan antara Pulau Rupat dan Dumai, Riau, yang berkapasitas 6.000 ton tebu per hari (TCD). Perusahaan ini sempat disorot ketika mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, secara tersirat menyebut PT SMIP terlibat dalam penyelundupan gula. Dalam mengungkap kasus ini, Tim Kejagung telah menggeledah sejumlah lokasi di Riau, termasuk kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan JAMPidsus Kejagung juga telah memeriksa sejumlah saksi lainnya, di antaranya Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dumai berinisial HRD, Plh Kepala DJBC Riau Sehat Yulinato, serta beberapa pejabat Kanwil Bea dan Cukai Riau, pejabat Kementerian Perdagangan, dan pejabat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Dumai.