Manggala Agni Giatkan Patroli Terpadu Demi Antisipasi Karhutla

Manggala Agni

Menit.co.id – Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Kalimantan Tengah mulai waspada, karena batas muka air tanah sedalam -0,4 meter pada gambut di beberapa wilayah Kabupaten Pulang Pisau, telah terlampaui.

Di Desa Sebangau Jaya misalnya, kondisi muka air tanah telah mencapai sedalam -0,93 meter, begitu pula Desa Paduran Mulya dengan kedalaman -0,88 meter, Desa Mentaren sedalam -0,65 meter, dan kondisi muka air tanah terdalam yaitu di Desa Buntoi yaitu -1,30 meter. Data-data tersebut menunjukkan bahwa kondisi gambut saat ini cukup kering, sehingga mudah terbakar jika cuaca panas ekstrim terjadi.

Sebagai langkah antisipasi, patroli terpadu terus dilaksanakan oleh Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat, melalui 54 posko pada 14 kabupaten di Kalimantan Tengah. Khusus Kabupaten Pulang Pisau, KLHK telah mendirikan 8 posko patroli terpadu, yang menjangkau 18 desa rawan kebakaran hutan dan lahan.

“Berdasarkan informasi dari lapangan yang menunjukan kondisi lahan gambut yang mulai mengering, maka Mangggala Agni di setiap wilayah untuk bersiaga terutama di lahan gambut. Setiap titik panas yang terdeteksi oleh satelit harus ditindaklanjuti dengan groundcheck”, jelas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK.

Upaya pemadaman juga tidak berhenti dilakukan oleh Manggala Agni. Di Jambi, pemadaman dilakukan di Dusun Bukit Paku, Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, pada lahan sekitar 3,5 Ha. Karhutla yang berhasil di padamkan ini, terjadi pada lahan masyarakat dengan jenis tanah mineral.

Di Sulawesi Tenggara, Manggala Agni Daops Tinanggea berhasil memadamkan kebakaran di area terbuka Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana dengan vegetasi semak belukar dan ilalang.

Walaupun berhasil melakukan pemadaman karhutla di beberapa area, Raffles tetap menghimbau agar Manggala Agni dan seluruh pihak tetap siaga, karena kondisi cuaca yang tidak menentu .

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK pada hari Rabu Pukul 20.00 WIB (27/09/2017), mencatat 5 hotspot berdasarkan satelit NOAA, yaitu di Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan pantauan satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80% terpantau 7 hotspot, dan berdasarkan satelit TERRA AQUA (LAPAN) menunjukkan 10 hotspot. Penyebaran hotspot untuk kedua satelit tesebut sama, yaitu di Kalimantan Barat, Papua, dan Maluku.

Dengan demikian, pada tahun 2017 sampai dengan 27 September 2017, dari hasil pantauan Satelit NOAA terpantau hotspot sebanyak 2.271 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.302 titik, berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.031 titik atau 31,22%.

Begitupun dalam pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80%, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.828 titik atau 52,48% di tahun 2017. Jika total hotspot di tahun 2016 sebanyak 3.483 titik, kini di tahun 2017 dalam periode yang sama hanya sebanyak 1.655 titik.

Penurunan hotspot ini juga turut didukung oleh cuaca hujan dengan intensitas sedang yang melanda beberapa provinsi rawan karhutla, antara lain di Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Maluku.

(zik/zik)