Mengenal Apokaliptik, Penyebab Satu Keluarga Tewas

Apokaliptik

Menit.co.id – Belakangan ini muncul Apokaliptik yang menjadi penyebab satu keluarga tewas di Kalideres. Lantas apakah itu Apokaliptik? Berikut ulasannya.

Kata apokaliptik berasal dari bahasa Yunani yang artinya menyingkapkan atau membukakan dan merujuk pada sesuatu yang sebelumnya tersembunyi dan sekarang telah disingkapkan sekarang.

Sastra apokaliptik adalah jenis tulisan mengenai penyataan Ilahi yang berasal dari masyarakat Yahudi kurang lebih antara tahun 250 SM dan 100 M yang kemudian di ambil alih dan diteruskan oleh Gereja Kristen.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala buka suara dalam akun sosial medianya perihal kasus tewasnya empat anggota keluarga di Kalideres.

Ia menuturkan, jika keluarga tersebut memiliki aset kekayaan senilai Rp3,8 miliar dan tidak mungkin mereka kelaparan karena tidak bisa membeli beras.

Atau, jika mengira seluruh anggota keluarga adalah lansia, salah satu korban baru berusia 42 tahun dan di anggap masih mampu untuk sekedar mencari bantuan keluar rumah.

Adrianus menduga keempat anggota keluarga yang tewas tersebut memiliki keyakinan apokaliptik atau keyakinan terhadap akhir dunia.

“Jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem,” ujar Adrianus, Sabtu 12 November 2022.

Satu keluarga tewas di Kalideres semata-mata karena kelaparan dan tidak punya uang untuk makan adalah sangat tidak mungkin, menurutnya.

Apokaliptik sendiri merupakan kata sifat yang memiliki arti agama bergabung dengan rasalisme sehingga menumbuhkan sikap serta perilaku yang apokaliptik.

Apalagi mereka tinggal di perumahan kelas menengah dan memiliki aset untuk dijual dan hasil penjualan bisa untuk hidup. Karena itu,Adrianus menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

“Saya bayangkan bunuh diri dengan melaparkan diri tetapi saya tidak yakin orang mampu melakukan tindakan seperti itu karena pasti lama dan menyakitkan,” kata Adrianus Meliala.

Ia berpikir dan menduga ada tindakan pelaparan yakni kemungkinan adanya pihak-pihak yang membuat mereka lapar dengan tidak memberi akses makanan.

“Tentu ada motif ya kenapa seperti itu, harus menunggu hasil autopsi yang akurat,” ujarnya. Adapun perilaku misterius keluarga di Kalideres sebelum ditemukan tewas.

Perilaku misterius yang dirasakan tetangga adalah, sang kepala keluarga kakinya dibungkus plastik beberapa hari sebelum dia dan anggota keluarga lainnya ditemukan tewas dan jenazahnya mengering.

“Yang dibungkus plastik kaki ayahnya. Satu kaki aja. Yang ditanyakan kenapa? Terus nggak dijawab. Nanya anaknya ke mana udah lama nggak kelihatan, katanya pindah,” cerita salah satu tetangga tersebut.