Penasihat Hukum Bharada E Mundur, IPW Nilai Dugaan Rekayasa Kasus Menguat

Penasihat Hukum Bharada E

Menit.co.id – Pengumuman mundurnya penasihat hukum Bharada E langsung mendapat respon dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

Ketua IPW langsung menanggapi keputusan kuasa hukum Bharada E, Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri sebagai penasihat hukum.

Dia menduga, mundurnya Andreas karena ada perubahan keterangan Bharada E terkait kasus kematian Brigadir J.

“Melihat di permukaan berarti Bharada E telah berubah pernyataannya. Berarti ini semakin mengungkapkan kasus rekayasa ini benar adanya,” kata Sugeng dalam keterangannya, Sabtu (6/ 8).

Sugeng menduga insiden pelecehan seksual terhadap istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yang jadi pemicu baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E hanya rekayasa.

“Bahwa ini rekayasa soal pelecehan itu rekayasa, soal pengancaman itu rekayasa, soal Brigadir J mengeluarkan tujuh tembakan itu rekayasa, itu semakin kuat. Dan yang ada adalah kasus pembunuhan, itu pertama,” sebutnya.

Sugeng juga meyakini mundurnya pengacara Bharada E bukan karena tekanan. Pasalnya, pekerjaan pendamping hukum itu haruslah bebas tanpa adanya tekanan.

“Enggak. Pengacara itu tidak boleh merasa tertekan. Pengacara harus bebas dari tekanan intervensi, rasa takut. Kalau pengacara gampang takut, gampang tertekan, pikir-pikir lagi,” sebutnya.

Selain itu, Sugeng juga menilai bahwa penggunaan pasal penyertaan 55 dan 56 KUHP dengan 338 KUHP kepada Bharada E dalam kasus pembunuhan menyatakan adanya pelaku lain.

“Dengan Bharada E mengakui, sudah klop ini. Bharada E sekaligus saksi mahkota dia. Dia saksi mahkota untuk mengungkap siapa yang dia sebut menyuruh gitu,” sebutnya melansir dari Merdeka.com.

“Kalau di suruh misalnya oleh Ferdy Sambo misalnya ya, berarti Ferdy Sambo yang di sasar. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa apabila cukup bukti keterlibatan Ferdy Sambo dalam Kasus pembunuhan, Ferdy Sambo bisa dijadikan tersangka,” tambah dia.

Oleh sebab itu, Sugeng memandang bahwa keterangan Bharada E ini harus di ambil dalam keterangan sebagai saksi.

Nantinya keterangan ini bisa di perdalam dalam proses pemeriksaan. “Bahwa dia menerangkan dia di suruh siapa, begitu,” sebutnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS