Polda Jabar Periksa 5 Saksi Terkait Kebakaran Kilang Minyak Balongan

  • Bagikan
Kilang Minyak Balongan
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api di lokasi insiden terbakarnya tangki penyimpan BBM di Kilang Balongan RU VI, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Priyo Widianto

Menit.co.id – Polda Jawa Barat menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang terkait dengan peristiwa kebakaran tangki minyak di Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan pemeriksaan itu dilakukan oleh jajaran Polres Indramayu. Lima orang itu terdiri dari sejumlah pegawai Pertamina dan warga setempat.

“Ada lima karyawan yang sudah kami mintai keterangan, yang di bagian kesehatan, keselamatan dan keamanan lingkungan dan masyarakat setempat juga,” kata Erdi, di Bandung, Senin (5/4/2021) dilansir dari Antara.

BACA : Antisipasi Kebakaran Kilang, Pertamina RU II Dumai Terapkan HSE Ketat

Menurut Erdi aparat dari kepolisian belum masuk ke lokasi tangki yang terbakar untuk melakukan penyelidikan olah tempat kejadian perkara (TKP), meski sudah padam.

Pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Pertamina apakah aktivitas di kawasan tangki sudah bisa dilakukan.

“Di Balongan itu sudah padam, ini kami menunggu untuk bisa atau tidaknya dilakukan penyelidikan dari Pertamina dan dari pimpinan kami,” kata Erdi.

Selain itu, menurutnya, pihak kepolisian juga mulai memfasilitasi masyarakat setempat untuk berkoordinasi terkait kerugian yang timbul seperti kerusakan rumah akibat kebakaran tersebut.

“Kami sosialisasikan dan laporkan ke Pertamina, untuk istilahnya penggantian dari Pertamina,” katanya.

Kebakaran tangki di kilang minyak RU VI Balongan, Indramayu itu terjadi pada Senin (29/3) dini hari lalu. Akibatnya sejumlah orang mengalami luka berat akibat peristiwa tersebut.

Selain itu, lima desa terdampak kebakaran, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

Lima desa itu yakni Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip, dan Desa Tegalurung.

Ada 912 jiwa diungsikan akibat kebakaran tersebut, meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu. Empat tangki penampung bahan bakar jenis gasolin itu berhasil dipadamkan pada Sabtu (4/4/2021).

“Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4).

Meskipun sudah dinyatakan padam, tapi Pertamina masih terus melakukan penanganan di tangki yang terbakar pada Senin (29/3) dini hari.

Penanganan tersebut, dilakukan dengan pendinginan di tangki yang terbakar dan diharapkan bisa menurunkan temperatur agar tidak menimbulkan api kembali.

“Masih dilakukan pendinginan minyak yang berada di dasar, sehingga bisa menurunkan temperaturnya,” ujarnya.

  • Bagikan