Saran Presiden Jokowi Bikin Heboh Pedagang Sayur Pasar Arengka Pekanbaru

    Senin, 17 Desember 2018 - 14:44 Editor : Redaksi Dibaca : 105 Views

    Menit.co.id Saat berkunjung ke Jambi, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menanggapi keluhan petani terkait terus melemahnya harga buah kelapa sawit. Untuk menyiasati situasi sulit tersebut, presiden minta petani beralih menanam jengkol dan petai.

    “Kalian jangan menganggap remeh jengkol dan petai, yang penting harganya,” tukas Jokow di hadapan ribuan petani sawit Jambi kemarin.

    Saran kepala negara tersebut tak sekedar ramai jadi pemberitaan dan pembicaraan di media sosial atau Medsos, tapi juga memancing tanggapan masyarakat luas. Termasuk para pedagang sayur di Pasar Arengka Pekanbaru, Senin (17/12/18).

    “Aneh presiden ni. Harga sawit murah bukan dicarikan solusi supaya naik, malah petani disuruh tanam jengkol dan petai,” ujar Dewi, pedagang sayur-mayur sambil sibuk melayani pembeli.

    Ketika ditanya dari mana ia tahu pernyataan Jokowi tersebut, Dewi yang juga jual petai dengan bangga mengaku kalau dia seorang Faceboooker. “Pedagang juga kepo. Kami tau semua informasi karena punya Facebook,” tukasnya.

    Menurut Dewi, saran Jokowi itu aneh. Sebab, kalau sampai semua petani sawit berganti menanam jengkol dan petai, begitu panen serentak harganya pasti hancur. Bahkan bisa tak laku.

    “Kalau sawit masih bisa dijadikan minyak. Sementara jengkol dan petani mau jadikan apa?” Tukasnya.

    Ucapan Dewi langsung ditanggapi pedagang lainnya. Mereka heran dengan saran-saran yang dilontarkan presiden dan sejumlah menterinya.

    Suryadi, penjual telor lantas menyebutkan saran Jokowi beberapa bulan lalu, soal harga racun kalajengking yang miliaran rupiah. Lantas menyarankan budidaya kalajengking.

    “Sampai sekarang tak jelas kebenaran soal harga racun kalajengking tersebut,” sindirnya.

    Pedagang lain juga ternyata tau pernyataan aneh sejumlah menteri. Seperti Menteri Kesehatan yang justru menyebut cacing bergizi saat menanggapi Sarden bercacing.

    Juga soal saran pada masyarakat agar makan keong atau bekicot saat mengeluhkan mahalnya harga daging. “Entahlah, mau jadi apa negara ini kalau terus seperti ini,” keluh Dewi yang diamini para pedagang lain.

    (Riau Terkini)



    Komentar Pembaca: