Sejak Kapan Harimau Jawa Punah? Ini Ulasannya

Harimau Jawa Punah

MENIT.CO.ID – Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) adalah salah satu subspesies harimau yang telah punah. Hewan megah ini dulunya menjelajah hutan-hutan di Pulau Jawa, namun kini hanya tinggal kenangan.

Meskipun dinyatakan punah sejak tahun 1980-an, Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) masih sering dikabarkan terlihat oleh warga.

Baru-baru ini, sehelai rambut yang ditemukan di Sukabumi pada tahun 2019 terbukti melalui tes DNA milik Harimau Jawa, menurut jurnal Oryx yang diterbitkan Cambridge University Press pada 21 Maret 2024.

Laporan penampakan Harimau Jawa datang dari berbagai daerah, seperti Mojokerto, Kediri, Gunung Ciremai, Banjarnegara, dan Sukabumi. Di Sukabumi, seorang guru dan pengemudi truk mengaku melihat seekor harimau tidur di sisi jembatan.

Meskipun banyak laporan, belum ada bukti fisik seperti foto atau video yang dapat menguatkannya. Peneliti mamalia dari BRIN, Wirdateti, menduga Harimau Jawa mungkin “punah dilihat”, namun masih ada dan eksis.

Tim peneliti terus berusaha mencari bukti fisik keberadaan Harimau Jawa dengan memasang kamera trap di lokasi-lokasi yang dilaporkan.

Waktu Punahnya Harimau Jawa:

  • Tahun 1980-an: Secara resmi, Harimau Jawa dinyatakan punah pada tahun 1980-an.
  • Tahun 1976: Penampakan terakhir Harimau Jawa terekam di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada tahun 1976.
  • Tahun 1950-an: Populasi Harimau Jawa diprediksi hanya tersisa sekitar 25 ekor pada tahun 1950-an.

Penyebab Kepunahan Harimau Jawa:

  • Perburuan liar: Perburuan liar untuk diambil kulit, daging, dan bagian tubuh lainnya menjadi penyebab utama kepunahan Harimau Jawa.
  • Penyusutan habitat: Deforestasi dan konversi hutan menjadi area pemukiman dan pertanian menyebabkan hilangnya habitat Harimau Jawa.
  • Konflik dengan manusia: Konflik dengan manusia, seperti perburuan hama dan keracunan, juga góp phần vào sự tuyệt chủng của loài hổ này.

Upaya Pelestarian:

Meskipun Harimau Jawa telah punah, upaya pelestarian terus dilakukan untuk mencegah kepunahan subspesies harimau lainnya di Indonesia.

  • Pengawasan habitat: Upaya peningkatan patroli dan pengawasan di taman nasional dan hutan lindung untuk mencegah perburuan liar.
  • Pendidikan dan kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian harimau dan habitatnya.
  • Penelitian dan pengembangan: Melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk membantu pelestarian harimau, seperti program pembiakan di penangkaran.

Kesimpulan:

Harimau Jawa telah punah sejak tahun 1980-an, namun upaya pelestarian terus dilakukan untuk mencegah kepunahan subspesies harimau lainnya di Indonesia. Kita semua harus mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam dan satwa liar untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.