Seto Mulyadi Minta Guru Dampingi Murid Tonton Film G30S PKI

    Rabu, 20 September 2017 - 15:56 Editor : Redaksi Dibaca : 321 Views

    Menit.co.id – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mengakui tidak mudah melarang atau mengizinkan anak untuk tidak menyaksikan film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI.

    Menurut dia, setiap anak pada rentang usia 4 hingga 17 tahun memiliki dinamika psikologis yang berbeda.

    Kak Seto menyarankan anakanak mendapat pendampingan jika ingin menonton film itu. Para pendamping, terutama guru, harus memiliki kesiapan dalam memberikan pendampingan.

    “Apakah anak menonton ataupun tidak menonton film G 30 S, lebih ditentukan oleh kesiapan pendidik dalam mendampingi anak,” ucap Kak Seto dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 20 September 2017.

    Selain memberikan pendampingan dalam menonton film tersebut, kata Seto, pendidik juga dapat mengajak siswanya berwisata sembari belajar sejarah ke beberapa museum mengenai peristiwa G 30 S.

    Seto mengatakan pengenalan sejarah kepada generasi muda tidak hanya melalui film, bisa juga lewat praktik dan riset.

    “Pendekatan yang paling pas adalah anak juga disodorkan teks tentang substansi yang sama dengan tema film. Teks bisa dimodifikasi menjadi narasi lisan yang sebobot,” ucap dia.

    “Akhiri dengan menggali ide anak tentang bagaimana mencegah terulangnya tragedi serupa,” ujar dia.

    Seto menyadari mengenalkan sejarah kelam suatu bangsa tidaklah mudah. Pendidik dan orangtua perlu memiliki wawasan yang luas untuk mendampingi anak memahami lintasan sejarah dengan baik.

    “Ingat, kearifan adalah produk dari kekuatan kognitif dan kepekaan afektif,” kata dia.

    Wacana pemutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI tampaknya akan terrealisasi. Sejumlah lembaga negara dan militer telah memberi izin film tersebut ditonton lagi.

    Wacana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, salah satunya dari Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti. Dia menilai film ini tidak layak ditonton anak mengingat banyak menayangkan adegan kekerasan.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: