Siwi Sidi Bakal Hadir Jadi Saksi Kasus Suap Pajak Wawan Ridwan

Siwi Widi

Menit.co.id – Siwi Sidi alias Siwi Widi Purwanti bakal hadir jadi saksi kasus rekayasa pajak hingga menyeret eks pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan di kursi persidangan.

Siwi Sidi sendiri muncul namanya setelah terungkap dari mulut Jaksa KPK dalam persidangan dengan terdakwa Wawan Ridwan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jaksa KPK menyebut duit di kasus dugaan korupsi Wawan Ridwan, mengalir ke mantan pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti.

KPK menyatakan Siwi Widi bakal di panggil ke persidangan. “Ya tentu. Pemanggilan saksi-saksi di persidangan sesuai kebutuhan pembuktian surat dakwaan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ali mengatakan KPK akan memanggil Siwi Widi di persidangan untuk mengurai dugaan aliran uang dari perbuatan terdakwa Wawan Ridwan.

Dia juga meminta masyarakat mengawal proses persidangan yang tengah berjalan.

“Kami pasti akan memanggil saksi-saksi yang relevan dengan dugaan uraian perbuatan Terdakwa. Kami juga mengajak masyarakat mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum ini,” ujarnya.

Sebelumnya, keterangan baru mengenai kasus ini tersingkap di persidangan. Wawan Ridwan di sebut mengalirkan uang korupsinya ke sejumlah orang, termasuk ke Siwi Widi.

Jaksa mengatakan Wawan menyembunyikan harta yang berasal dari penerimaan suap dan gratifikasi saat menjabat Kabid PEP Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra.

Jaksa menyebut Wawan dan anaknya membelanjakan uang korupsi itu untuk membeli tanah, mobil, hingga jam tangan mewah.

Selain itu, ada uang korupsi yang mengalir ke Siwi Widi Purwanti. Jaksa mengungkapkan Siwi Widi menerima uang Rp 647 juta dari anak Wawan, Muhammad Farsha Kautsar.

Seusai persidangan, jaksa KPK M Asri Irwan membenarkan Siwi Widi adalah mantan pramugari Garuda Indonesia. “Mantan (pramugari Garuda Indonesia),” kata jaksa Asri seusai sidang.

Lalu apakah Siwi akan di panggil dalam sidang? Jaksa mengatakan Siwi dan sejumlah saksi lain akan dipanggil dalam sidang. “(Siwi Widi) panggil, saksi yang di panggil banyak,” ucap jaksa Asri melansir detikcom.