Tri Rismaharini Dinilai Mampu Jamin Rasa Aman Warga Jakarta

  • Bagikan
Tri Rismaharini Menginstruksikan Pekerja Sosial Ambil Peran Nyata
Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan agar pekerja sosial (Peksos) berkontribusi nyata dalam penanganan berbagai tantangan kesejahteraan sosial sebagai dampak pandemi Covid-19.

Menit.co.id – Kontestasi menuju Pilkada DKI Jakarta menunjukkan Tri Rismaharini bersaing ketat terhadap gubernur petahana Anies Baswedan.

Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan Risma juga unggul terhadap Anies dalam semua indikator kualitas personal.

Masing-masing indikator itu adalah visioner, memberi harapan, kepemimpinan, keberanian, ketegasan, kepastian, dan menjamin rasa aman.

BACA : Tri Rismaharini Menginstruksikan Pekerja Sosial Ambil Peran Nyata

Risma praktis unggul dalam semua indikator, bahkan dalam hal jaminan rasa aman Risma dinilai jauh lebih mampu daripada Anies.

“Publik menilai Risma paling mampu menjamin rasa aman warga ibukota DKI Jakarta,” kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta, Jumat (16/4).

Penilaian publik terhadap Risma mencapai 78,4 persen dibandingkan Anies yang hanya dipercaya 28,0 persen mampu menjamin rasa aman publik.

Jika melihat lagi pada saat gelaran Pilkada DKI Jakarta pada 2017, polarisasi yang menajam dengan retorika politik identitas membuat sebagian warga DKI Jakarta merasa waswas.

Pidato pelantikan Anies yang menggaungkan isu pribumi juga menimbulkan pro dan kontra.

Sebaliknya, lanjut Alfian, aksi blusukan yang kerap dilakukan Risma saat menjabat walikota Surabaya dan diteruskan setelah diangkat menjadi Menteri Sosial membuat warga merasa diperhatikan, sehingga merasa lebih aman.

BACA : Megawati Puji Kemajuan Surabaya Dibawah Kepemimpinan Tri Rismaharini

Anies bersaing dengan Risma dalam hal memberi harapan (Risma 80,4 persen sementara Anies 76,4 persen), kepemimpinan (Risma 57,1 persen sementara Anies 52,6 persen), dan kepastian (Risma 43,1 persen sementara Anies 40,1 persen). Selisih antara Risma dan Anies tidak terpaut jauh.

Indikator lainnya adalah visionioer (Risma 68,4 persen sementara Anies 52,9 persen) dan ketegasan (Risma 78,0 persen sementara 52,9 persen).

“Kualitas personal cenderung sudah melekat dalam diri tiap kandidat, tetapi masih mungkin di-branding lagi untuk membangun citra di mata publik,” pungkas Alfian.

Survei Jakarta Research Center (JRC) dilakukan pada 1-10 April 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • Bagikan