Ulama dan Pemerintah Harus Bekerja Sama dengan Baik

  • Bagikan

Menit.co.id Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengisi ceramah shalat tarawih di Masjid Sunda Kelapa. Dalam ceramahnya, Jusuf Kalla berpesan tentang pentingnya hubungan baik antara pemimpin pemerintahan dan ulama dalam membangun bangsa.

Jusuf Kalla mengatakan, ulama dan umara (pemerintah) harus bekerja bersama untuk membangun negara. Kerja sama tersebut dalam rangka mewujudkan kehidupan bangsa dan masyarakat menuju arah yang lebih baik.

“Ulama tentu berasal dari kata alim, orang yang berilmu, umara berasal dari kata amir (yang artinya) pemimpin. Pemimpin serta alim ulama harus kerja bersama agar umat ini dapat melampaui hidup di dunia akhirat dengan baik,” ujar Jusuf Kalla, Kamis (24/5).

Jusuf Kalla mengatakan, pendapat ulama selalu dibutuhkan dalam setiap kondisi. Jusuf Kalla menilai, jika pemerintah tidak meminta masukan atau saran kepada ulama maka negara bisa rusak. Misalnya saja, Afghanistan dan Irak yang kacau lantaran pemerintahnya tidak meminta pendapat para ulama.

“Saya melihat negara-negara seperti Afghanistan, Irak, bagaimana kacaunya, bagaimana pemberontakan, bagaimana perang tiap hari tapi pada akhirnya minta petunjuk ulama seperti yang baru-baru ini diadakan pertemuan ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan di Bogor,” kata Jusuf Kalla.

Peran ulama juga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Jusuf Kalla mengatakan, ketika masyarakat sedang mengalami musibah atau sedang melakukan hajatan pasti akan melibatkan ulama. Sementara itu, apabila masyarakat menghadapi persoalan ekonomi dan harga pangan, maka mereka akan mengadukannya kepada pemerintah. Oleh karena itu, peran ulama tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kehidupan ini pada akhirnya selalu bagaimana ulama dan umara (pemerintah) kerja sama dengan baik, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam, apabila ulama dan umara tidak kerja sama dengan baik maka rusaklah masyarakat kita,” ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah mulai dari presiden, gubernur, dan walikota harus membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Dia menilai, tanpa pemimpin yang adil dan amanah, maka kehidupan bernegara dapat terganggu. Menurutnya seorang pemimpin yang bisa diterima masyarakat adalah pemimpin yang mampu menjaga amanah, dan adil dalam bekerja. Sehingga dapat memegang kepercayaan rakyatnya.

Sumber: Republika

  • Bagikan