Fausto Gresini Meninggal, Pertamina Mandalika SAG Team Turut Berduka

  • Bagikan
Manajer Tim Gresini Racing, Fausto Gresini

Menit.co.id – MotoGP sedang berduka. Pemilik dan Manajer Tim Gresini Racing, Fausto Gresini, meninggal dunia, Selasa (23/3/2021), setelah melawan Covid-19 sejak Desember 2020.

Kabar duka itu juga dirasakan oleh tim Mandalika. Tim balap Indonesia yang mengikuti kelas Moto2 2021, Pertamina Mandalika SAG Team, itu memutuskan menunda launching tim yang seharusnya digelar hari ini.

Kabar penundaaan launching itu disampaikan Presiden Pertamina Mandalika SAG Team, Rapsel Ali, melalui media sosial resmi mereka.

“Kami turut berduka cita atas meniggalnya bos Gresini Fausto Gresini. Sesuai tradisi MotpGP, acara apa pun harus ditunda. Launching kami tunda menjadi tanggal 24 Februari, dengan waktu dan jam yanh sama,” ujar Rapsel Ali.

Pertamina Mandalika SAG Team yang akan diperkuat duo Tom Luthi dan Bo Bendsneyder awalnya akan melakukan launching tim pada 23 Februari pukul 17.00 WIB. Kini, jadwalnya ditunda sehari dengan jam yang sama.

Sementara itu, Fausto Gresini yang menjuarai GP125 1985 dan 1987, meninggal dunia dalam usia 60 tahun setelah positif terinfeksi Covid-19 pada Desember lalu, tepat setelah Natal.

Kondisinya sempat naik turun, dan beberapa kali sadar hingga mampu berkomunikasi dengan keluarga dan timnya, bahkan sempat dinyatakan negatif Covid-19 dua pekan lalu.

Namun, kondisi fisiknya terus menurun sepekan terakhir dan memasuki masa kritis. Pada Senin (22/2/2021), beberapa media Italia sempat mengabarkan Fausto Gresini meninggal dunia, namun timnya segera merilis pernyataan resmi bahwa kabar tersebut salah kaprah. Sayangnya, pria Italia itu meninggal dunia hari ini.

Pernyataan Resmi Gresini Racing

“Ini adalah kabar yang tak pernah kami ingin umumkan, namun sayangnya kami terpaksa membagikannya kepada Anda semua. Setelah dua bulan bertarung melawan Covid-19, Fausto Gresini telah meninggal dunia, beberapa hari usai berulang tahun ke-60. #CiaoFausto,” tulis pernyataan Gresini Racing lewat Twitter.

Gresini yang lahir di Imola, Italia, pada 23 Januari 1961, memulai karier balapnya di usia 17 tahun pada 1978, sebelum turun di ajang Grand Prix pada 1983 di kelas GP125. Dalam musim debutnya, Gresini langsung meraih pdoium dengan finis kedua di Sirkuit Anderstorp, Swedia.

Pada musim selanjutnya, Gresini tampil jauh lebih kompetitif, mengoleksi tiga podium dan satu kemenangan, membuatnya mengakhiri musim di peringkat ketiga. Pada 1985, bersama Garelli, Gresini sukses mengoleksi delapan podium, yang tiga di antaranya merupakan kemenangan. Ia pun akhirnya merebut gelar dunia.

Setelah jadi runner up pada 1986, Gresini menggila pada 1987. Dari 11 seri yang digelar, Gresini menyapu bersih 10 kemenangan di antaranya, dan kembali merebut gelar dunia. Namun, setelah jadi runner up 1991 dan 1992 bersama Honda, Gresini pensiun pada akhir 1994, dan banting setir menjadi manajer timnya sendiri yang dibentuk pada 1997.

Selama jadi manajer tim, Gresini sukses membimbing para pembalapnya meraih hasil-hasil mentereng, termasuk mendiang Daijiro Kato di GP250 2001, Toni Elias di Moto2 2010, Jorge Martin di Moto3 2018, dan Matteo Ferrari di MotoE 2019. Di MotoGP, prestasi terbaik Gresini Racing adalah runner up bersama Marco Melandri dan Honda pada 2005.

Sumber: Gresini Racing, Pertamina Mandalika SAG Team

  • Bagikan