Formula E 2022 Diselenggarakan dengan Protokol Kesehatan Ketat

  • Bagikan
Formula E
Formula E

Menit.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Formula E tahun 2022 akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat. Terutama, kata Riza, jika kasus Covid-19 masih tinggi.

“Tentu sesuai dengan peraturan, ketentuan dan sebagainya dan protokol kesehatan kalau memang nanti tahun 2022 masih cukup tinggi,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/3/2021).

Riza berharap pada tahun 2022 Jakarta dan Indonesia sudah terbebas dari pandemi Covid-19 sehingga penyelenggaraan Formula E bisa lancar dan normal kembali.

BACA : BPK Temukan Sejumlah Masalah di Pembiayaan Formula E Pemprov DKI

Minimal, kata dia, jumlah kasusnya semakin menurun dan keberadaan Covid-19 terkendali agar Formula E bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sudah sering kami sampaikan itu karena adanya Covid-19 ditunda di tahun 2020, insyaalah tahun 2022 kita akan melaksanakan Formula E di Jakarta. Kita berharap segera Jakarta tentunya Indonesia bisa terbebas dari Covid-19,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Riza menegaskan keputusan menggelarkan Formula E tahun 2022 berdasarkan kajian dan penelitian konsultan atau pihak ketiga. Menurut dia, kajian tersebut telah memperhitungkan berbagai aspek termasuk dampak ekonomi atau keuntungan bagi Jakarta.

“Tetapi sejauh ini kalau semua negara tetap melaksanakan, berarti sudah dihitung segala kemungkinan, risiko untung ruginya. Tentu kalau dilaksanakan, tetap memberikan dampak yang positif. Insyaallah fee aman (uang yang sudah dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk Forrmula E), nggak usah khawatir,” pungkas dia.

Formula E Tahun 2022 Tetap Menguntungkan Secara Ekonomis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim bahwa penyelenggaraan Formula E tahun 2022 tetap menguntungkan Pemprov DKI Jakarta secara ekonomi.

Menurut Riza, hal tersebut sudah dikaji secara detail oleh pihak ketiga atau konsultan sehingga Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menyelenggarakan Formula E pada Tahun 2022.

“Tentu sebelum diputuskan, ada mekanisme, ada kajian, ada penelitian oleh konsultan-konsultan, bukan kami, yang menilai itu konsultan, apakah Formula E ini memberikan dampak positif atau tidak,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta.

Riza menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tidak berani menyelenggarakan Formula E jika tidak berdampak positif termasuk menguntungkan secara ekonomi. Menurut dia, keuntungan tersebut sudah dikalkulasi secara matang dan komprehensif.

“Kemudian berapa nilai ekonomis, analisis keuangan, semua nilai positifnya berapa bagi Jakarta, dan juga bagi Indonesia, itu sudah dihitung. Kalau tidak, tidak berani kita. Uang yang kita keluarkan tentu sesuai nanti dengan apa yang kita dapatkan,” tandas dia.

Riza sendiri tidak menyebutkan secara detail konsultan yang dipakai oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengkaji penyelenggaraan Formula E. Termasuk nilai ekonomis yang bakal diperoleh Pemprov DKI Jakarta dari penyelenggaraan Formula E tersebut.

“Ohiya, sudah dibuat kajian-kajiannya lengkap, detail, lengkap sekali oleh konsultan, silakan ditanya nanti,” pungkas Riza.

Wagub Riza Sebut Fee untuk Penyelenggaraan Formula E Masih Aman

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa fee untuk penyelenggaraan Formula E yang sudah dicairkan Pemprov DKI Jakarta masih aman. Pasalnya, penyerahan fee untuk penyelenggaraan kegiatan Formula E dilakukan secara resmi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tentu uangnya masih aman karena diserahkan secara resmi, formal ya dan sudah diterima oleh pihak terkait yang bertanggung jawab sesuai aturannya dan sesuai yang berhak,” ujar Riza di Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Sebelumnya, BPK DKI Jakarta mencatat bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menggelontorkan dana sebesar hampir Rp 1 triliun untuk penyelenggaraan Formula E kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E. Dalam catatan BPK DKI Jakarta, besaran dana yang dibayarkan kepada FEO adalah Rp 983,31 miliar pada 2019-2020.

Jumlah tersebut kemudian diperinci sebagai berikut, yakni fee yang dibayarkan pada 2019 senilai Rp 360 miliar, fee yang dibayarkan pada 2020 senilai Rp 200,31 miliar, dan bank garansi senilai Rp 423 miliar. Namun Formula E yang sedianya diselenggarakan pada 6 Juni 2020 ditunda akibat pandemi Covid-19.

Penundaan tersebut membuat PT Jakpro selaku OC penyelenggaraan Formula E Jakarta melakukan renegosiasi dengan FEO terkait penarikan bank garansi senilai Rp 423 miliar. Setelah melakukan renegosiasi FEO setuju bank garansi ditarik lagi melalui surat tanggal 13 Mei 2020.

Namun atas fee tahap 1 musim penyelenggaraan 2020/2021 yang telah dibayarkan kepada pihak FEO senilai Rp 360 miliar tidak dapat ditarik kembali. Pihak FEO menyatakan bahwa fee tersebut sebagai jaminan keuangan atas potensi kewajiban-kewajiban PT Jakpro sesuai perjanjian sebelumnya

BPK menilai PT Jakpro selaku perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum optimal melakukan renegosiasi dengan pihak FEO yang dapat mempertegas dan memperjelas keberlanjutan kerja sama dan status pendanaan yang telah disetorkan.

Kondisi tersebut, menurut BPK tidak sesuai dengan sejumlah peraturan perundang-undangan, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dan PP Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Keolahragaan Peraturan dan Gubernur Nomor 83 Tahun 2019 tentang Penugasan kepada PT Jakarta Propertindo dalam Penyelenggaraan Kegiatan Formula E.

Meskipun tidak menanggapi secara spesifik terhadap hasil audit BPK tersebut, Wagub Riza menegaskan bahwa proses penganggaran di DKI Jakarta termasuk untuk penyelenggaraan Formula E sudah dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Menurut Riza, pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel tersebut membuat DKI Jakarta selalu mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut.

“Di Jakarta semua perencanaan program, pelaksanaan sampai pelaporan dilakukan secara transparan, terbuka sesuai kaidah aturan dan UU. Semuanya silahkan dicek, kapanpun bisa, setiap hari melalui situs. Jadi tidak ada yang disembunyikan, ditutupi, justru itulah karena keterbukaan, transparansi dan sesuai aturan maka Jakarta alhamdulillah 3 tahun berturut-turut memperoleh WTP dan kita berharap tahun keempat kita mendapatkan WTP lagi,” pungkas Riza.

Formula E Diselenggarakan Tahun 2022

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan balap mobil listrik formula E diselenggarakan pada tahun 2022 mendatang. Formula E yang sedianya dijadwalkan pada 6 Juni 2020 lalu, kata Riza, ditunda karena pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

“Terkait Formula E seperti yang disampaikan karena masa pandemi Covid-19 pada 2020, lalu pada 2021 tidak dimungkinkan. Kita sudah memutuskan bersama pihak-pihak terkait, kita akan laksanakan pada 2022,” ujar Riza di Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Riza berharap pada 2022, situasinya sudah berbeda dengan saat ini, di mana pandemi Covid-19 telah hilang. Minimal, kata dia, jumlah kasus Covid-19 mengalami penurunan drastis dan bisa dikendalikan secara masif sehingga berbagai aktivitas termasuk Formula E bisa diselenggarakan.

“Kita memutuskan waktu itu menyetujui Formula E melalui suatu proses dan sesuai peraturan perundang-undangan. Namun demikian, karena adanya Covid-19 maka tertunda jadi Insyaallah tahun 2022,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, Formula E sejatinya diselenggarakan pada 6 Juni 2020 dan dilakukan berturut-turut setiap tahun hingga 2024. Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakpro sebenarnya sudah melakukan persiapan termasuk menyiapkan arena balap mobil listrik di kawasan Monas dan Jalan Merdeka Selatan.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan acara tersebut ditunda karena adanya pandemi Covid-19. Penundaan tersebut dilakukan melalui Surat Nomor 117/-1.857.73 tanggal 9 Maret 2020 kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix untuk menunda penyelenggaraan Formula E.

  • Bagikan