Kazuyoshi Miura, Ini Sosok Pemain Bola Jepang

Kazuyoshi Miura

MENIT.CO.ID – Kazuyoshi Miura adalah seorang pemain bola tertua di dunia berasal dari negara Jepang sedang menarik perhatian warganet.

Pemain bola asal Jepang bernama Kazuyoshi Miura kini sudah berusia 56 tahun. Meski tak lagi muda, sosoknya rupanya mencuri atensi pecinta bola.

Pria yang akrab disapa King Kazu itu sekarang telah memperpanjang kontraknya dengan klub asal Portugal, Oliveirense, pada Selasa (11/7/2023).

Dimana klub bola tersebut bermain di kasta kedua Liga Portugal.

“Miura Kazu berlanjut di UD Oliveirense,” kata tim Liga Portugal 2 di Twitter, dipetik dari Sportstar The Hindu, Rabu (13/7/2023).

King Kazu telah direkrut oleh Oliveirense sejak Januari lalu. Dia dipinjamkan oleh klubnya di Jepang, Yokohama FC.

Adapun kontrak peminjaman King Kazu dengan Oliveirense sejatinya berakhir Juni lalu. Namun nyatanya pemain paruh baya itu masih melanjutkan kontraknya dengan klub tersebut.

Dia bahkan masih sempat dimainkan oleh Oliveirense selama masa peminjaman tersebut. King Kazu mencatatkan tiga caps dengan total 28 menit bermain.

Sesuai usianya, King Kazu tentu tidak seproduktif pemain muda lainnya. Meski demikian, kegigihannya untuk meneruskan karier sebagai pemain profesional di usia 56 tahun cukup menawan.

Dia pun menjadi pemain tertua di dunia saat ini. Hingga saat ini bahkan King Kazu belum diketahui kapan akan memutuskan pensiun.

Siapa itu Kazuyoshi Miura?

Kazuyoshi Miura, yang lebih dikenal dengan nama panggilan “King Kazu,” adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Jepang.

Dia lahir pada tanggal 26 Februari 1967, di Prefektur Shizuoka, Jepang. Miura menjadi salah satu pemain paling ikonik dan terkenal dalam sejarah sepak bola Jepang.

Karir sepak bola profesional Miura dimulai pada tahun 1986 ketika dia bergabung dengan klub Brazil, Santos FC.

Dia menjadi pemain asing pertama yang bergabung dengan liga sepak bola Brazil. Namun, keberhasilan besar pertamanya terjadi ketika dia bergabung dengan klub Yomiuri FC (sekarang Yokohama F. Marinos) di Jepang pada tahun 1986.

Pada tahun yang sama, Miura meraih gelar pemain terbaik J. League Division 2 dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan mencetak 21 gol.

Miura kemudian pindah ke Italia dan bergabung dengan klub Serie A, Genoa C.F.C., pada tahun 1994.

Dia adalah pemain Jepang pertama yang bermain di kompetisi papan atas Eropa. Meskipun tidak berhasil meraih kesuksesan besar di Italia, kehadirannya membantu meningkatkan perhatian dunia terhadap pemain-pemain Jepang.

Setelah pengalamannya di Eropa, Miura kembali ke Jepang dan menjadi salah satu pemain terkemuka dalam sejarah sepak bola Jepang.

Dia memainkan peran kunci dalam membantu timnas Jepang meraih kemenangan di Piala Asia AFC pada tahun 1992. Miura juga berkontribusi dalam kesuksesan timnas Jepang di Piala Kirin pada tahun 1991 dan 2000.

Pada tingkat klub, Miura bermain untuk beberapa klub Jepang seperti Kyoto Purple Sanga, Vissel Kobe, dan Yokohama FC.

Ia menjadi ikon di klub Yokohama FC, yang juga dikenal sebagai “King Kazu FC,” dan masih aktif di klub tersebut hingga usia yang sangat matang.

Keberhasilan Miura dalam karir sepak bola Jepang membuatnya diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah negara itu.

Selain itu, ia juga memecahkan beberapa rekor. Pada tahun 2017, Miura menjadi pemain tertua yang mencetak gol dalam pertandingan sepak bola profesional pada usia 50 tahun dan 14 hari.

Di luar lapangan, Miura dikenal sebagai sosok yang karismatik dan inspiratif. Ia telah menginspirasi banyak pemain muda Jepang untuk mengejar karir sepak bola mereka dan membantu meningkatkan popularitas olahraga ini di Jepang. Dalam banyak hal, Kazuyoshi Miura dianggap sebagai legenda hidup sepak bola Jepang.