Cara Merawat Sistem CVT Mobil yang Perlu Diketahui

  • Bagikan
CVT Mobil

Menit.co.id – Mobil transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission), tentu berbeda dengan mobil transmisi manual. Begitu juga dengan parawatannya, tentu ada cara khusus dalam merawat CVT mobil.

Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.

Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi.

Berikut penjelasan lengkapnya :

Perawatan CVT Mobil
Hadir dengan kemudahan dan kenyamanan saat berkendara, kini berbagai jenis mobil terbaru sudah banyak menawarkan tipe mobil bertransmisi CVT.

BACA : Lebih Sporty, Honda City Hatchback RS Pengganti Jazz

Dimana, terbukti bahwa saat ini sudah mulai banyak konsumen yang beralih ke sistem transmisi CVT sebagai salah satu pilihan terbaiknya.

Hanya saja, pertimbangan mendalam yang perlu juga untuk diperhitungkan adalah soal biaya perbaikannya jika terjadi kerusakan yang dinilai sangat mahal.

Maka dari itu, sangat disarankan sekali untuk menjaga sistem CVT pada mobil transmisi otomatis. Salah satunya dengan cara perawatan CVT mobil sebagai upaya preventif untuk menerapkan pencegahan.

Apalagi, strukturnya yang rumit dan belum banyak mekanik yang memahami alur kinerja mobil sistem CVT ini. Sehingga wajar saja bilamana sektor ini akan menjadi salah satu segmen di dalam mobil modern yang perlu mendapat perhatian lebih.

Nah, untuk lebih jelas dan lengkapnya, berikut ini Mas Sena akan sampaikan informasi terbaru mengenai perawatan CVT mobil dengan langkah yang tepat.

Di bawah ini adalah beberapa langkah konkrit yang perlu Anda lakukan sebagai tindakan dalam menerapkan mekanisme perawatan CVT mobil yang benar dan tepat dengan beberapa upaya pencegahan efektif.

Selalu Rutin Cek dan Ganti Oli Transmisi
Hal pertama yang perlu untuk Anda lakukan adalah selalu melakukan pengecekan pada oli khusus transmisi mobil.

Cairan pelumas yang satu ini tentu saja menjadi segmen penting yang tak bisa dihiraukan begitu saja.

Pasalnya, oli pada transmisi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan kelancaran mekanisme dari transmisi itu sendiri.

Sehingga, dengan demikian, Anda harus sering-sering mengecek kondisi oli transmisi. Sekaligus juga rutin melakukan penggantian oli transmisi dan jangan sampai telat.

Karena, dampak yang dihadirkan akan sangat berpotensi merusak sistem CVT pada mobil matik.

So, dengan melakukan pengecekan rutin dan penggantian oli transmisi secara rutin, setidaknya bisa mencegah sistem CVT pada mobil rusak.

Atur Penggunaan Transmisi dengan Bijak
Di sisi lain, dalam cara perawatan terbaik untuk mobil bersistem CVT, Anda juga harus bisa memahami bagaimana berkendara dengan bijak.

Maksudnya, dalam mengendarai mobil, sangat disarankan untuk selalu bisa mengatur kendali mobil secara tepat sesuai dengan medan jalan yang dilewati.

Sebagai contoh di jalanan menanjak, sebaiknya menggunakan mode manual atau mode L. Ini merupakan langkah preventif yang cukup efektif untuk menjaga performa sistem CVT mobil agar tetap awet dan tidak mudah rusak.

Dengan mampu mengendalikan mode berkendara sesuai medan lintasan, tentu saja akan mampu menekan potensi kerusakan pada sistem CVT mobil itu sendiri.

Bukan tanpa alasan mengingat dalam transmisi otomatis pada mobil, teknologi CVT merupakan sistem yang otomatis bekerja menyesuaikan rpm dan beban mobil saat tuas gas diinjak. Sehingga, untuk meringankan beban mesin, Anda bisa melakukan mode berkendara yang tepat.

Hindari Menginjak Tuas Gas Secara Mendadak
Langkah perawatan selanjutnya juga tak lepas dari sistem berkendara mobil CVT. Dimana, Anda harus mengontrol gas mobil.

Dalam artian bahwa saat mobil dikendarai, sebaiknya Anda menginjak tuas gas secara perlahan dan bertahap.

Hindari menginjak tuas gas secara mendadak hanya untuk mendapatkan akselerasi tinggi. Karena, jika hal ini dilakukan secara sering maka akan membuat transmisi mudah mengalami kerusakan dan aus.

Bahkan, kerusakan pun akan lebih parah dengan adanya masalah pada sistem mesin yang mana bakal berpotensi mengalami overheating.

Maka dari itu, sangat disarankan sekali bagi Anda untuk selalu menginjak tuas gas secara bertahap dan pelan-pelan sebagai upaya pencegahan yang maksimal.

Hindari Membawa Beban Berlebih
Siapa sangka, ternyata membawa beban berlebih juga akan berpengaruh pada sistem mekanisme CVT mobil.

Bukan tanpa sebab mengingat sistem CVT sendiri adalah transmisi yang lebih cocok untuk mobil kecil dengan mesin kecil dan bukan mobil yang digunakan untuk mengangkut beban berlebihan.

Oleh sebab alasan itu, sangat disarankan untuk tidak menggunakan mobil di luar fungsinya dalam hal kapasitas beban, agar transmisi CVT lebih awet dan tidak mudah mengalami kerusakan yang parah.

Maka dari itu, sangat disarankan sekali untuk mengontrol beban mobil agar tidak mencapai atau melebihi batas maksimal kapasitas beban mobil. Supaya, kinerja transmisi CVT mobil tidak banyak terbebani.

Penggantian Oli Transmisi Sesuaikan dengan Aktivitas Mobil
Di samping itu, hal yang perlu Anda lakukan adalah selalu mengendalikan pola penggantian oli transmisi.

Hanya saja, dalam hal ini pola waktu penggantian oli transmisi lebih fleksibel yang disesuaikan dengan aktivitas mobil itu sendiri.

Untuk aktivitas normal, maka disarankan melakukan penggantian oli transmisi CVT setiap menginjak 30.000 Km.

Sedangkan, bila mobil sering dijalankan pada wilayah yang bercuaca panas dan cenderung berdebu, maka penggantian oli transmisi mungkin butuh lebih cepat dari rekomendasi pabrikan.

Artinya bahwa Anda perlu melakukan penggantian pelumas transmisi sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, tidak selalu berpatokan pada rekomendasi pabrik juga.

Service Rutin di Bengkel Resmi
Cara perawatan transmisi CVT pada mobil yang juga menjadi tindakan pencegahan adalah dengan melakukan service rutin.

Service rutin seperti ini dilakukan dan sangat diperlukan untuk menjaga performa mobil bersistem CVT itu sendiri.

Sebab, selain mengecek beberapa bagian, tentu saja sektor sistem transmisi CVT juga akan turut menjadi bagian atau komponen yang akan diperiksa oleh mekanik.

Dengan demikian, kondisi terkini terkait dengan keadaan transmisi CVT mobil bisa dikontrol atau dipantau secara maksimal.

Apalagi, jika mobil seringkali dikendarai untuk melewati medan jalan yang berat. Pastinya, selain oli mesin, tentu pelumas transmisi juga perlu diganti secara lebih cepat.

Di samping itu juga, dengan service rutin, jikalau ada gejala kerusakan awal, khususnya di bagian transmisi CVT maka bisa segera dilakukan perbaikian secara lebih dini. Hal ini tentu untuk meminimalsir jika kerusakan merambah atau merambat ke beberapa sektor lain yang berkaitan dengan teknologi sistem CVT pada mobil itu sendiri.

Jadi, sudah jelas dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa service rutin adalah langkah wajib sebagai perawatan atau pencegahan kerusakan pada sistem transmisi mobil, khususnya yang berteknologi CVT yang memang rawan akan kerusakan jika dihiraukan begitu saja.

Dengan mengenal berbagai tindakan sederhana sebagai langkah pencegahan kerusakan sistem CVT di atas, tentu Anda sudah bisa memahami apa yang perlu dilakukan.

Namun, dari beberapa langkah di atas, tampaknya penggantian oli transmisi dan service rutin adalah hal yang paling utama dalam proses perawatan CVT ini.

Bukan tanpa sebab karena dua aspek tersebut sangat berpengaruh pada mekanisme transmisi secara keseluruhan sekaligus untuk mencegah terjadinya kerusakan di bagian sistem CVT mobil.

Nah, demikian tadi ulasan lengkap mengenai perawatan CVT mobil yang perlu untuk Anda pahami dan praktekan dengan langkah sederhana namun efektif. Semoga bisa menjadi manfaat untuk teman-teman semua dan sampai jumpa.

  • Bagikan