Aroma Bagi Upeti Hasil Babat Hutan Dumai Menyeruak

Illegal Logging Dumai

Menit.co.id – Aroma bagi upeti pelaku babat hutan Dumai menyeruak ke publik. Puluhan ton kayu hasil babat hutan bebas lalu lalang mereka jual ke penadah.

Meski melintasi area kantor penegak hukum di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, namun aktivitasnya terkesan terabaikan dan tanpa ada penindakan tegas.

Aksi babat hutan Dumai atau  illegal logging di Kota Dumai, tepatnya di daerah Kecamatan Sungai Sembilan, tampaknya tak tersentuh hukum hingga sampai sekarang.

Aktifitas penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu hutan tanpa izin tidak tersentuh hukum mencuat dugaan adanya dugaan bagi-bagi upeti ke oknum tertentu agar kegiatan berjalan lancar.

Hebatnya, para pelaku pembabat hutan tanpa izin ini sepertinya jago mengelabui petugas padahal akses jalan cuma satu, entah jurus apa yang mereka pakai.

Kegiatan nyolong kayu mereka lakukan secara terang benderang di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan. Dengan adanya informasi ini ada penindakan tegas dari polisi.

Informasi di dapat dari sumber terpercaya, setiap malam ada sekitar ratusan ton kayu hasil pembalakan liar di angkut dari kawasan Hutan di Bulu Hala dan Senepis di Kecamatan Sungai Sembilan.

Kayu-kayu tersebut di muat kedalam Gerobak besar dan di tarik menggunakan Mobil Daihatsu Taft atau Rocky menuju gudang-gudang penyimpanan.

Data yang di peroleh di lapangan, oknum masyarakat sipil berinisial SP dan RW selalu di sebut sebagai penyetir aktifitas yang jelas melanggar hukum itu.

Aktifitas sempat terhenti, karena gencarnya operasi beberapa bulan lalu, dari Polda Riau untuk menumpas praktek ilegal loging di Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol M Iqbal melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto di konfirmasi wartawan, melalui pesan singkat belum memberi keterangan resmi.

Jerat Pidana yang menanti pelaku illegal logging adalah Pasal 18 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 1985 tentang Perlindungan Kehutanan dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Di beritakan sebelumnya, seorang warga Sungai Sembilan di temui media ini, menceritakan aktifitas pengakutan kayu hasil pembabatan hutan silih berganti melintas di depan rumahnya.

“Saya gak tau, kayunya mau di bawa kemana. Namun sering melihat mobil pick up bawa kayu lewat depan sini,” ungkap warga yang namanya enggan di sebutkan.

Tambahnya, warga di sini biasa saja melihat itu, sebelumnya sempat terhenti. Gak tau juga ada lagi yang mengangkut kayu, mungkin saja mereka ada izin.

“Sempat terhenti beberapa bulan, namun sekarang saya lihat normal beroperasi kembali. Masyarakat di sini biasa saja, kalau memang tak berizin, sudah tugas aparat hukum untuk menangkapnya,” ungkapnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Riau, Hendra Gunawan meminta Kapolda Riau Mohammad Iqbal segera menangkap pelaku Ilog di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

“Jangan biarkan mereka terus-terusan membabat hutan. Bisa gundul hutan Dumai, ini sangat di sayangkan. Saya minta para penegak hukum melakukan tindakan tegas,” jelasnya.

Lanjutnya, jangan sampai masyarakat menilai adanya dugaan bagi-bagi upeti untuk aparat hukum dari hasil kegiatan ilegal tersebut.

“Saya yakin dengan kepemimpinan baru Polda Riau, bisa memberantas praktek ilegal ini. Karena Irjen Pol M Iqbal juga pernah bertugas di Dumai, sedikit banyak tau soal kota Dumai,” harapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS