Bareskrim Tangkap Tersangka Penjual Data Nasabah Bank

    Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:55 Editor : Redaksi Dibaca : 210 Views

    Menit.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pelaku penjualan data nasabah melalui internet berinisial C (27). Data tersebut dijual C secara paket, mulai dari Rp350 ribu hingga jutaan rupiah.

    Untuk data 1.000 nasabah, misalnya, dia jual dengan harga RP350 ribu sedangkan data 100.000 nasabah dijual senilai Rp1,1 juta.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan, penangkapan C dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait keresahan penawaran pembuatan kartu kredit atau asuransi melalui telepon. Padahal, kata Agung, pemilik nomor telepon tidak pernah memberikan nomornya kepada pihak-pihak itu.

    “Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Dittipideksus Bareskrim menangkap C. Tersangka ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penjualan data nasabah,” kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (23/8).

    Agung tidak menjelaskan lokasi penangkapan C. Dia hanya mengatakan, pelaku ditangkap Sabtu (12/8).

    Menurutnya, berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengumpulkan data nasabah dari bagian pemasaran sejumlah bank sejak 2010.

    Kemudian, lanjutnya, tersangka mulai mengiklankan penjualan data nasabah yang dimiliki sejak 2014, melalui sejumlah situs serta akun media sosial dan situs jual beli online.

    “Pembeli yang tertarik akan menghubungi nomor telepon yang tertera pada situs atau akun tersangka, kemudian dilakukan proses transaksi,” katanya.

    Menurutnya, pembeli akan diminta untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening tersangka setelah terjalin kesepakatan.

    “Tersangka memberikan link (tautan) untuk mengunduh file database nasabah yang telah tersangka simpan dalam cloud storage,” ujar jenderal polisi bintang satu itu.

    Menurut Agung, tersangka menggunakan uang hasil penjualan data nasabah untuk keperluan pribadi.

    Dia menuturkan, penyidik menyita sejumlah barang bukti antara lain empat unit telepon genggam, bukti transfer bank, satu buah buku tabungan, satu buah kartu debit, dan sejumlah bukti pengiriman barang.

    Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 47 ayat (2) jo Pasal 40 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan atau Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau PAsal 378 KUHP dan atau Pasal 379a KUHP dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: