Begini Nasib Anak Korban Perundungan di Cilacap

Nasib Anak Korban Perundungan di Cilacap

MENIT.CO.ID – Begini nasib anak korban perundungan di Cilacap yang viral di media sosial dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Polresta Cilacap telah mengumumkan perkembangan terbaru terkait insiden perundungan atau bullying yang menimpa seorang siswa SMPN 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah.

Dua pelajar SMP yang dikenal dengan inisial MK (15 tahun) dan WS (14 tahun) telah resmi dijadikan tersangka dalam kasus ini.

Kasat Reskrim Cilacap, Kompol Guntar Arif Setiyoko, mengungkapkan bahwa MK dan WS telah dianggap bersalah dalam kasus perundungan terhadap FF (14 tahun), yang masih duduk di kelas 8 SMP.

Sebelum menetapkan mereka sebagai tersangka, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk rekan sesama siswa, pihak sekolah, dan keluarga korban.

Guntar mengatakan, “Dari pemeriksaan saksi, benar adanya kejadian perundungan. Selain video perundungan yang menjadi bukti, keterangan saksi juga menjadi bukti kuat. Kami juga telah melakukan visum untuk mengidentifikasi cedera yang dialami korban.”

Karena usia kedua tersangka masih di bawah umur, proses hukum akan dilakukan sesuai dengan Undang-undang Sistem Peradilan Anak.

Namun, Guntar juga mengindikasikan bahwa tersangka bisa dihadapkan pada pasal-pasal lain mengingat perkembangan kasus dan kondisi korban.

Kasus perundungan terhadap siswa SMP di Cilacap ini mencuat setelah video penganiayaan tersebut menyebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, MK yang mengenakan topi hitam terlihat secara brutal menganiaya korban, bahkan mengancam siswa lain yang mencoba melerai perundungan.

Motif perundungan ini dipicu oleh ketidakpuasan MK terhadap korban yang mengaku sebagai anggota geng Barisan Siswa, sementara MK merupakan ketua geng tersebut.

Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto, menjelaskan bahwa MK merasa marah karena korban menggunakan nama geng Barisan Siswa untuk menantang kelompok lain.

“Korban bahkan menantang keluar,” kata Fannky. “Maka akhirnya, dia bertemu dengan ketua ‘Barisan Siswa’ yang kemudian viral dalam video tersebut.”

Korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya akibat insiden ini. Korban telah menjalani visum di RSUD Majenang, Cilacap, pada Selasa (26/9/2023).

Namun, meskipun telah menjalani visum, korban enggan dirawat di RSUD Majenang dan langsung pulang ke rumah bersama keluarganya.

Kakak korban, Cici Mardiyanti, mengungkapkan bahwa adiknya mengalami luka memar di pipi kiri, pelipis, telinga kiri, serta mengalami kesulitan bernapas. Oleh karena itu, Cici berharap agar tersangka mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

“Harapannya adalah agar diberikan keadilan, seadil-adilnya,” ungkap Cici. “Kami berharap agar pelaku, jika memungkinkan, sesuai dengan undang-undang, dapat dipenjarakan dan dihukum seberat-beratnya.”