Deddy Mizwar Penuhi Panggilan KPK Guna Dalami Kasus Suap Meikarta

    Rabu, 12 Desember 2018 - 11:28 Editor : Redaksi Dibaca : 217 Views

    Menit.co.id Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    Deddy Mizwar atau Demiz diperiksa KPK guna mendalami dugaan aliran dana suap terkait rencana revisi perubahan peraturan daerah tata ruang Kabupaten Bekasi, yang dinilai sebagai pintu masuk kongkalikong proyek suap Meikarta.

    Deddy Mizwar tiba di Gedung KPK pada Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 10.15 WIB. Deddy Mizwar yang tiba didampingi rekannya tampak mengenakan pakaian kemeja putih dengan dipadukan celan hitam.

    “Tadi saya lihat (dalam mobil) sepi, eh nggak taunya pada keluar semua,” ujar Deddy Mizwar diikuti tawa setiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

    Setibanya di Gedung KPK, Deddy Mizwar yang didampingi rekannya itu langsung memasuki ruang Gedung KPK guna menjalani pemeriksaan terkait kasus suap proyekMeikarta.

    Untuk diketahui, sebelumnya juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan akan memanggil Deddy Mizwar. Aktor senior Indonesia tersebut dipanggil guna mendalami terkait kasus suap proyek Meikarta.

    “Informasinya besok mantan Wagub Jabar akan diperiksa terkait kasus suap proyek Meikarta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (11/12/2018) kemarin.

    Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan 9 tersangka dalam kasus ini, antara lain ialah Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

    Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

    Neneng Hasanah beserta anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji oleh para petinggi Lippo Group, terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta pada lahan seluas 774 hektare.

    KPK menduga uang suap itu dibagi dalam tiga tahap pemberian. Bupati Neneng disebut baru mendapatkan Rp 7 miliar dari Lippo Group.

    (Suara)



    Komentar Pembaca:

    Menit.co.id sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.