Dekan FISIP Unri Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi

Pelecehan Seksual Mahasiswi

Menit.co.id – Dekan FISIP Unri Syafri Harto resmi tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi oleh Polda Riau, Kamis (18/11/2021).

Penetapan tersangka tersebut usai dosen pembimbing skripsi UNRI itu menjalani serangkaian pemeriksaan di Polda Riau. Dekan FISIP Unri Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, setelah melalui serangkaian penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti, penyidik meningkatkan status ke tahap penyidikan.

“Melalui proses penyelidikan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang sudah kita amankan, penyidik meningkatkan status ke tahap penyidikan,” jelas seperti laporan riauonline.co.id.

Sunarto menambahkan bahwa berdasarkan gelar perkara, maka Polda Riau menetapkan Syafri Harto tersangka dugaan pencabulan terhadap seorang mahasiswa berinisial LM.

“Melalui proses gelar perkara, telah di tetapkan status TSK terhadap saudara SH dalam kasus tindak pidana dugaan cabul,” kata Narto kepada wartawan di Pekanbaru.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada jaksa penuntut umum.

“Penyidik akan segera melakulan pemanggilan terhadap SH untuk di periksa sebagai tersangka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Syafri Harto jalani pemeriksaan uji kebohongan (lie detector) untuk mengetahui konsisten keterangan terlapor.

Kombes Sunarto mengatakan, terlapor di periksa menggunakan lie detector untuk mengetahui konsistensi dari keterangan Syafri Harto.

“Terlapor hari ini di periksa oleh tim dari Labfor Mabse dalam rangka pemeriksaan lie detector. Ini untuk mengetahui sejauh mana konsistensi keterangan yang di beriksan terlapor. Apakah konsisten atau berubah atau ada indikasi lain,” kata Sunarto, Senin (15/11/2021).

Polda Riau juga sebelumnya sudah memeriksa 11 orang saksi terkait kasus pelecehan yang di alami mahasiswi Unri.

Usai naikkan ke tahap penyidikan, Polda Riau menambah saksi untuk di periksa. Para saksi terdiri dari, korban, pihak keluarga, pihak universitas dan dosen.

Kombes Sunarto mengatakan, saksi tersebut sebelumnya sudah di minta keterangan pada tahap penyelidikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.